Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juni 23, 2018
Halaman Home » Pojok Kasus » Kampus Adhy Niaga, SMB: Penipuan Berkedok Dunia Pendidikan
  • Follow Us!

Kampus Adhy Niaga, SMB: Penipuan Berkedok Dunia Pendidikan 

BERITA BEKASI – Tiga tahun sudah nasib para mahasiswa yang berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adhy Niaga yang beralamat di Jalan Sudirman No.2, Kranji Bekasi Barat, Kota Bekasi, hingga kini belum mendapati kejelasan status pendidikannya pasca sidak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti-RI) tahun 2015 lalu.  

“Hasil sidak dan audit akademik yang dilakukan Kemenristek Dikti, ternyata kampus Adhy Niaga tidak bisa mempertanggungjawabkannya, sebagai sebuah lembaga penyelenggara pendidikan perguruan tinggi,” terang Koordinator Solidaritas Mahasiswa Bekasi (SMB), Ardi, Rabu (13/6/2018).

Selama itu juga kata Ardi, mafia pendidikan bisa melenggang di Kota Bekasi yang dikenal sebagai Kota Patriot yang kini menjadi pertanyaan hukum di Kota Bekasi. “Jelas dalam persoalan ini, masyarakat generasi penerus bangsa dirugikan akibat dugaan penipuan berkedok dunia pendidikan ini,” tegasnya.

Saat Sidak Kemenristek Dikti

Oleh karena itu, kami meminta kepada Kemenristek Dikti untuk segera mengimpentarisir ex-mahasiswa STIE Adhy Niaga untuk direkomendasikan keperguruan tinggi lainnya guna mereka melanjutkan pendidikannya. “Kita juga berharap pihak Kepolisian, mengusut tuntas dugaan penipuan berkedok pendidikan ini,” ulasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kasus tersebut. “STIE Adhy Niaga harus bertanggung jawab dan menganti seluruh kerugian yang dialami oleh ex mahasiswa sebagai korban black market dunia pendidikan di Kota Bekasi,” jelasnya.

Kedepan sambung Ardi, langkah setrategis yang tergabung dalam aksi Solidaritas Mahasiswa Bekasi (SMB) akan segera membuka Posko Pengaduan ex-mahasiswa Adhy Niaga. “Konsulidasi solidaritas aksi mahasiswa bakal melibatkan seluruh perguruan tinggi di Kota Bekasi,” imbuhnya.

Kampus STIE Adhy Niaga Bekasi

Ardi menambahkan, gerakan aspirasi ini nantinya berlanjut ke DPRD Kota Bekasi, Istana Presiden dan Metro Bekasi Kota. “Perkembangan gerakan sudah ada 6 ex-mahasiswa yang menyampaikan kekecewaan korban penipuan pendidikan Adhy Niaga yang saat ini, tengah mengumpulkan bukti-bukti transaksi pendidikan, baik Kartu Hasil Studi (KAS) dan lainnya,” pungkas.

Sekedar mengetahui, Kampus STIE Adhy Niaga milik bakal Calon Wakil Walikota Bekasi, Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2, Adhy Firdaus Saady dalam sidak dan audit akademik yang dilakukan Kemenristek Dikti sebagai berikut:

1.Tidak memiliki daftar  nilai mahasiswa.

2.Tidak ada fotocopy ijazah asli yang sudah dikeluarkan.

3.Tidak memiliki Surat Keputusan (SK) Judicium dari pimpinan perguruan tinggi dan tidak ada buku wisuda.

4.Tidak memiliki jadwal kuliah, sehingga tidak jelas perkuliahannya dan dimana kuliahnya. 

5.Temuan penting adalah rasio dosen dan mahasiswa yang tidak seimbang yaitu memiliki 24 dosen tetap dengan 3000 mahasiswa atau 1:150  stau 1 Dosen 150 mahasiswa. Harusnya 1:35.

6.Selain itu, kampus ini juga tidak melapor sejak tahun 2010 pada Kopertis IV Jawa barat.

Kemudian atas hasil audit tersebut, Kemenristek Dikti Republik Indonesia memberikan Sanksi kepada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adhy Niaga Bekasi sebagai berikut:

1.Tidak diperbolehkan menerima mahasiswa baru/pindahan atau mahasiswa dari kampus lain. 

2.Tidak diperbolehkan melaksanakan proses pembelajaran. 

3.Tidak diperboleh melaksanakan wisuda.

Dengan penjelasan langsung dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menegaskan tidak akan mengakui ijazah dari mahasiswa yang kuliah di kampus yang dinilai bermasalah dan melakukan pelanggaran berat. (Indra/Ndi)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments