Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juni 23, 2018
Halaman Home » Bekasi Kota » Iklan Billboard Paslon No.2 Kota Bekasi Mengelitik Netizen
  • Follow Us!

Iklan Billboard Paslon No.2 Kota Bekasi Mengelitik Netizen 

BERITA BEKASIIklan billboard yang terpampang berukuran besar yang berlokasi di Tol Barat Jakarta – Cikampek, milik Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2, Kota Bekasi, Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus (NF) viral di media sosial (medsos) dalam sepekan, khususnya para netizen yang berdomisili di Kota Bekasi.

Pasalnya, billboard janji kampanye milik Paslon No.2 usungan PKS dan Gerindra itu bakal membangun Kota Bekasi menjadi “Destinasi Wisata Kelas Dunia” sebagai “Bekasi Islamic Word” tulis iklan yang terpampang yang dinilai netizen tidak mengedukasi karena kurang huruf “L” pada kata “Word” yang seharusnya “World”, dunia dalam bahasa Indonesia yang akhirnya viral dengan berbagai macam komentar.

“Akibat terlalu mahir bikin Hoax jadi keblinger bikin kalimat programnya. Membangunnya baru sebatas kata ‘Word’, Bang Pepen – Mas Tri sudah melakukannya, tinggal melanjutkan semangat membangun Bekasi dengan HATI,” tulis status Hasan Mumu Muhtar pada dinding facebooknya, Senin (11/6/2018).

“Kan orang Indonesia, jadi pake aja bahasa Indonesia yang baik dan benar jangan sok – sok-an pake bahasa Inggris kan jadi keliatan begonya kalo begini,” kritik akun bernama Heni Kurniawati dalam dinding facebook CekTKP.

Ada juga komen netizen yang mengingatkan, mohon pencerahan arti di Indonesiakan “Tulisan Islam Bekasi” apakah ini bisa diartikan Islam di Bekasi hanya sekedar tulisan?. Seharusnya, yang punya proyek harus lebih detail soal iklan di billboard,” kata akun bernama Ian Bagus S.

Pada dinding facebook CekTKP untuk saat ini 39 kali dibagikan 416 like dan ratusan komentar menanggapi baik positif, memaklumi hingga cemohan dari para netizen bahkan puluhan komentar netizen terkena filter admin facebook karena dianggap kurang lazim untuk dikonsumsi publik.

Viral merupakan idiom baru yang muncul dari kebiasaan masyarakat dalam berinternet. Istilah ini berkembang di dunia Ieknologi Informasi (IT) dan sangat mempengaruhi budaya konsumsi informasi, terutama di media online dan media sosial (medsos).

Di dunia jurnalistik, generasi milenial hampir sama dengan “netizen” atau internet citizen (wartawan maya) yang fungsinya sepadan dengan jurnalis warga (citizen journalism). Istilah ini juga muncul karena generasi milenial ikut langsung dalam kerja wartawan, baik mencari, memproses dan memberitakan sesuatu meskipun tidak bekerja di media massa. (Red)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments