Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Januari 19, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » BKPPD Lakukan Pembinaan Aparatur Kota Bekasi
  • Follow Us!

BKPPD Lakukan Pembinaan Aparatur Kota Bekasi 

BERITA BEKASI – Menindaklanjuti kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya terkait pembinaan aparatur, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, melaksanakan Kegiatan Pembinaan Aparatur dilingkungan Kecamatan se-Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (7/6/2018).

Sebelumnya, pembinaan dikhususkan pada Pegawai Tenaga Kontrak Kerja (TKK) yang ada dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi Jalan Jend. Ahmad Yani, maka pada lingkup Kecamatan se-Kota Bekasi pembinaan diberikan selain kepada TKK, namun juga kepada Aparatur Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kegiatan BKPPD itu, dilaksanakan secara parsial pada masing-masing Kecamatan mulai sejak bulan Mei 2018 dan masih berlangsung hingga bulan Juni 2018 dengan narasumber yaitu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Dr. Hj. Reny Hendrawati, M.M.

Dalam paparan Reny, terkait pembinaan Pegawai TKK, Reny menitik beratkan pada tiga unsur utama dari penilaian kinerja yaitu disiplin, produktivitas dan sikap kerja seperti tertuang pada Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2017 tentang tenaga TKK yang ada dilingkungan Pemkot Bekasi.

Tiga poin itu, menjadi aspek penilaian dan indikator serta ukuran keberhasilan dari TKK, untuk disiplin kerja dengan indikator perilaku diantaranya meliputi mengikuti apel pagi, menggunakan atribut pakaian dinas, jam masuk dan pulang sesuai aturan jam kerja, tingkat kehadiran kerja dan penjatuhan hukuman disiplin.

Untuk produktivitas diantaranya, memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjalankan pekerjaan, memiliki uraian tugas, pencapaian target kerja mingguan, jumlah penyelesaian pekerjaan triwulan, jumlah penyelesaian pekerjaan tepat waktu dan laporan bulanan per-triwulan.

Sedangkan sikap kerja dengan indikator perilaku meliputi, integritas, loyalitas, kerjasama, inisiatif, tanggungjawab dan orientasi dalam pelayanan.

Selain itu, Reny juga menjelaskan, tentang Perwal Nomor 42 tahun 2017 Tentang Tata Cara Pembinaan TKK yang ada dilingkungan Pemkot Bekasi yang didalamnya mencakup penghasilan, pakaian dinas, kewajiban, larangan, hak, izin dan cuti, hukuman disiplin sampai kepada pemberhentian terhadap TKK.

Reny menjelaskan, adapun pemberhentian dapat dilakukan apabila disebabkan permintaan sendiri, meninggal dunia, tidak cakap dalam menjalankan tugas, dijatuhi hukuman disiplin, mencemarkan nama baik Pemerintah Daerah (Pemda), telah mencapai batas usia pengabdian yaitu 58 tahun terhitung hingga bulan kelahiran dan terakhir, karena disebabkan kondisi keuangan daerah.

Sedangkan untuk pemberhentian yang disebabkan hukuman disiplin adalah apabila tenaga TKK tidak mengikuti apel pagi tanpa keterangan yang sah, dihitung secara kumulatif selama 16 kali atau tidak melaksanakan tugas tanpa keterangan yang sah, dihitung secara kumulatif selama 12 hari maka dapat dijatuhi hukuman disiplin yaitu dilakukan pemberhentian secara sepihak oleh Pemkot Bekasi.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan wawasan kebangsaan yang disampaikan Kepala BKPPD Kota Bekasi, Reny, mulai dari atribut negara dengan Undang-Undangnya hingga awal mula terbentuknya Kota Bekasi yang di dalamnya juga diterangkan mengenai sejarah Kota Bekasi dan para Walikotanya dari Kota Administratif hingga kepemimpinan Bapak Dr. Rahmat Effendi dan Bapak Ahmad Syaikhu.

Dalam sesi tanya jawab, Reny juga memberikan pertanyaan kepada peserta terkait kondisi eksisting Kota Bekasi seperti luas Kota Bekasi, jumlah penduduk, sedangkan dari sisi pemerintahan para peserta ditanya tentang jumlah Kecamatan, Kelurahan nama-nama perangkat daerah, karena bukan tidak mungkin aparatur tidak mengetahui kondisi dari Pemkot Bekasi itu sendiri.

“Terbukti masih banyak yang belum mehahami atau memiliki wawasan terkait kondisi pemerintahan dan keadaan Kota Bekasi. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya proses pembinaan yang dilakukan BKPPD Kota Bekasi dapat membekali aparatur dengan wawasan dan pengetahuan agar mendukung kinerja yang diimplementasikan sehari-hari saat berdinas dan membentuk aparatur yang profesional dan berorientasi pada pelayanan yang prima terhadap masyarakat,” tandas Reny. (Adv/Ndi)

Comments

comments