Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Agustus 24, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » PT. Sungintex Bekasi PHK Buruh Ajukan Cuti Melahirkan
  • Follow Us!

PT. Sungintex Bekasi PHK Buruh Ajukan Cuti Melahirkan 

BERITA BEKASI – Ajukan cuti hamil persiapan untuk melahirkan buah hatinya kepada pihak perusahaan, Darkisem malah jadi korban PHK PT. PT. Sungintex (Sioen Indonesia) Bantargebang Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan alasan habis kontrak masa kerja. Al-hasil, Darkisem pun kehilangan pekerjaan untuk membantu menafkahi keluarganya.

Darkisem mengajukan cuti hamil untuk melahirkan pada akhir November 2017 lalu. Namun, ajuan cuti Darkisem, ditolak pihak perusahaan dan dipaksa untuk menerima PHK. Atas penolakan PHK itu, PT. Sungintex tetap berkeras melakukan PHK kepada Darkisem dengan alasan bahwa Darkisem telah habis kontrak masa kerjanya.

Buruh yang sudah mengabdi selama 4 tahun menjabat sebagai Operator Sewing di Departemen Sample inipun tetap menolak kebijakan PHK dari pihak perusahaan yang diterimanya akibat dari pengajuan cuti hamil untuk melahirkan buah hatinya. “Sebagai perempuan sudah kodrat saya hamil dan melahirkan,” keluh Darkisem kepada Beritaekspres.com, Minggu (20/5/2018).

Jelas saya sambung Darkisem, menolak keputusan yang dipaksakan pihak perusahaan untuk menerima PHK, bukan menerima cuti hamil untuk melahirkan yang diajukan. “4 tahun pengabdian saya diperusahaan tidak menjadi pertimbangan. Massa gara-gara saya ajukan cuti mau melahirkan malah justru di PHK,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua SBGTS Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) PT. Sungintex, Ani Nurhayati mengatakan, masalah  hubungan kerja kontrak di PT. Sungintex dengan Disnaker Kota Bekasi sudah mengeluarkan Nota dengan Nomor 701 Tahun 2013 yang mengatur tentang pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

“Dari tahun 2013 semenjak Nota tersebut dikeluarkan PT. Sungintex Bekasi tidak boleh ada lagi buruh dengan sistem kerja kontrak, apalagi dengan masa kerja 4 tahun itu bukan PKWT dan secara otomatis buruh tersebut berstatus PKWTT artinya tetap,” ungkapnya.  

Dengan kejadian ini lanjut Ani, jelas pihak perusahaan yakni PT. Sungintex Sioen Indonesia Bekasi telah melakukan pelanggaran. Dan kami dari serikat buruh yang mendampingi kasus PHK sepihak buruh hamil tetap menuntut kepada pihak perusahaan atas haknya.

“Dibayarkan seluruh Hak Normatif Darkisem yang selama ini tidak diberikan pihak perusahaan PT. Sungintex yaitu upah dari bulan Maret – Mei 2018,” jelas Ani.

Dijelaskan Ani, Darkisem sendiri merupakana salah satu koordinator lapangan PTP. SBGTS-GSBI PT. Sungintex (Sioen Indonesia) dengan kebijakan managemen PT. Sungintex Bekasi melakukan PHK pengurus serikat buruh patut diduga pihak perusahaan telah melakukan praktek pemberangusan serikat buruh (Union Busting) secara sistematis.

“Karena PHK kepada para pimpinan serikat buruh sudah 11 pengurus yang terkena jerat PHK karena mendirikan serikat buruh yang menjadi pilihan buruhnya dilingkungan kerja PT.Sungintex,” pungkas Ani.

Sekedar mengatahui, PT.Sungintex (Sioen Indonesia) Bekasi yang berkedudukan di Jalan Raya Narogong, KM 12,5 Pangkalan IV, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi 17310 Indonesia adalah perusahaan Penanam Modal Asing (PMA) yang bergerak di sektor Garmen dengan rantai pasar Amerika, Jepang, Belgia, Belanda, Denmark, Prancis dan Jerman.

Perusahaan ini memproduksi berbagai macam merek dari Brands – brands terkenal diantaranya, Blackrow, Asmara/HendriLoyid, S’Oliver, Asik, Stadium, Lifung, Geox, Underarmour dan KLPD, LBV, Federal Polis (Jaket Militer) serta mempunyai merk dan pasar sendiri dengan nama Producknya yaitu SIOEN. (CR-1)

Comments

comments