Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 15, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Atasi Sampah Dengan Tehnologi Bukan Dengan Nilai Konpensasi    
  • Follow Us!

Atasi Sampah Dengan Tehnologi Bukan Dengan Nilai Konpensasi     

“Atasi Persoalan Sampah Itu Dengan Sisitem Tehnologi, Bukan Dengan Menaikan Nilai Konpensasi Warga”

BERITA BEKASI – Mengatasi persoalan sampah di Kota Bekasi perlu sistem teknologi incinerator untuk menghancurkan sampah. Kalau dengan konsep Reuse, Reduce dan Recycle (3R) itu sudah go on sejak 6 tahun silam. Hal itu diungkapkan Rahmat Effendi dalam Debat Paslon Putaran Kedua bertema “Transportasi, Lingkungan Hidup dan Kependudukan” yang berlangsung di Hotel Santika, Harapan Indah, Kamis (3/5/2018).

Bahkan sambung Rahmat, Paslon Nomor Urut 1 (Petahana) Walikota Bekasi ini mengngkapkan, dirinya bersyukur diakhir masa jabatannya sebagai Walikota Bekasi, Presiden telah mengeluarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 yang mengikut sertakan Kota Bekasi untuk menggunakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa).

Selain itu, Rahmat juga menegaskan, persoalan sampah milik DKI Jakarta yang ada di TPST Bantargebang, tidak dapat diatasi hanya dengan meningkatkan nilai nominal konpensasi terhadap warga yang ada disekitar wilayah tersebut.

“Menurut saya untuk mengatasi sampah milik DKI Jakarta, bukan dengan penambahan konpensasi sampah. Mau dikasih konpensasi sampah Rp1 juta setiap kepala keluarga pun tidak bisa mengatasi 300 juta meter kubik sampah di TPST Bantargebang. Cara mengatasi itu, harus menggunakan sistem,” jelas Rahmat menanggapi pemaparan Paslon Nomor Urut 2, Nur Suproyanto.

Sebelumnya, Paslon Numor Urut 2, Nur Supriyanto memaparkan, bahwa pihaknya akan menerapkan konsep green city atau kota hijau. Konsep ini merupakan sebuah gagasan yang diyakininya dapat menyelamatkan dampak lingkungan akibat sampah. Untuk penyelesaiannya dengan konsep zero waste, melalui kesadaran masyarakat melalui sosialisasi secara terus menerus.

Menurut Nur Supriyanto, konsep zero waste ini berasal dari kita. Kita bisa memberikan konsep bank sampah kepada masyarakat, sebuah salah satu cara. Sehingga masyarakat tahu cara memilih sampah menggunakan konsep 3R. “Kita juga akan menggunakan sarana melalui pembakaran, produk kompos atau produk lainnya sampai menggunakan produk listrik,” papar Nur.

Sedangkan, untuk mengatasi persoalan sampah milik DKI Jakarta di TPST Batargebang, bahwa pengelolaannya bukan merupakan kewenangan dari Pemerintah Kota Bekasi. “Untuk persoalan sampah DKI , maka kita akan membuat perjanjian baru lagi. Karena konpensasi yang diberikan DKI Jakarta sudah tidak sesuai lagi,” pungkasnya. (CR-2)

Comments

comments