Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Usai UN, Walikota Medan Larang Siswa Corat-Coret Baju
  • Follow Us!

Usai UN, Walikota Medan Larang Siswa Corat-Coret Baju 

BERITA MEDAN – Walikota Medan H T Dzulmi Eldin memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah (Kepsek) SMP Negeri di Kota Medan selaku Ketua Sub Rayon agar mengantisipasi dan mengawasi peserta didik yang baru menyelesaikan Ujian Nasional (UN) agar tidak melakukan corat-coret pakaian sekolah, konvoi maupun kebut-kebutan di Jalan Raya serta melakukan pesta hura – hura sebagai  ungkapan rasa gembira usai menyelesaikan UN.

Instruksi itu, disampaikan Walikota Medan guna mengantisipasi terulangnya kembali aksi pencoret – coretan serta konvoi yang dilakukan para siswa SMA usai menyelesaikan UN beberapa waktu lalu. Selain mencoret-coret fasilita umum diseputaran Lapangan Merdeka, aksi konvoi yang dilakukan menyebabkan kemacetan cukup parah  hingga malam hari.

“Saya minta seluruh Kasek SMP selaku Ketua Sub Rayon agar melakukan antisipasi dan mengawasi para siswanya yang selesai UN. Hindari mereka melakukan aksi coret-coret baju seragam sekolah maupun konvoi serta kebut-kebutan di Jalan Raya. Selain tidak bermanfaat, kegiatan mereka dapat mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan,” kata Walikota usai memimpin Apel Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXII di Balai Kota Medan, Rabu (25/4/2018).

Untuk itulah, Walikota menginstruksikan kepada seluruh Kepsek SMP Negeri agar membuat kegiatan, sehingga para anak didik usia menyelesaikan UN tidak melakukan tindakan pencoretan baju sekolah maupun konvoi di Jalan Raya. Salah satu, upaya yang dilakukan, jelas Walikota, usia UN, para siswa mengumpulkan baju seragamnya yang masih layak itu untuk nantinya disumbangkan kepada siswa kurang mampu.

Di samping itu, tambah Walikota, masing-masing Kepsek bisa menyedikan spanduk yang panjang dan lebar di sekolah untuk ditandatangani seluruh siswa yang baru menyelesaikan UN sebagai komitmen ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi. “Dengan adanya spanduk ini, tentuny dapat mencegah para siswa melakukan aksi corat-coret baju sekolah,” ungkapnya.

Solusi lain sambung Walikota, para Kepsek juga dapat menggelar pentas seni bersama di masing-masing sekolah. Dengan demikian usai mengikuti UN hari terakhir, para siswa berkumpul bersama untuk mengikuti pentas seni. “Kegiatan pentas seni tentunya lebih bermanfaat ketimbang anak-anak kita melakukan aksi corat-coret baju sekolah serta konvoi maupun kebut-kebutan di Jalan Raya,” paparnya.

Walikota minta agar instruksi yang disampaikannya ini dilaksanakan oleh seluruh Kepsek SMP Negeri di Medan dengan penuh rasa tanggung jawab. Di samping itu, Walikota berpesan agar seluruh Kepsek untuk melibatkan para guru, orang tua murid serta stakeholder lainnya agar instruksi yang disampaikan dapat berjalan dengan efektif dan optimal. “Saya minta perintah ini agar diteruskan ke SMP Swasta di Sub Rayon saudara sesegera mungkin,” ingatnya.

Guna melihat apakah para Kepsek melaksanakan perintah itu dengan penuh rasa tanggung jawab, Walikota menginstruksikan kepada Kadis Pendidikan Kota Medan beserta jajarannya untuk memantau langsung ke masing-masing SMP Negeri di Kota Medan. “Segera laporkan Kepsek mana yang tidak melaksanakan instruksi ini,” pungkasnya. (Roy)

Biro Medan

Comments

comments