Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, April 25, 2018
Halaman Home » Hukum » Ada Kebocoran Rp30,2 Miliar, CBA Sambangi Kejari Bekasi
  • Follow Us!

Ada Kebocoran Rp30,2 Miliar, CBA Sambangi Kejari Bekasi 

BERITA BEKASI – Center for Budget Analysis (CBA) melaporkan dugaan kecurangan beberapa proyek pengadaan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Temuannya itu, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/4/2018). 

Menurut Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis, Jajang Nurjaman mengatakan, temuan pertama yang didapat CBA terdapat pada tiga proyek konsultansi dan konstruksi pembangunan fly over dan jembatan, dengan total 197 miliar dari anggaran Rp211 miliar. 

Kami sambung Jajang, menemukan adanya kejanggalan dalam proses lelang di 3 proyek dibawah tanggung jawab kelompok kerja B Barang atau Jasa Bagian Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018.  

“Kita menduga, ada lelang tidak normal, terindikasi adanya pengaturan dalam persyaratan kualifikasi, guna memenangkan perusahaan tertentu,” ungkapnya kepada awak media usai melaporkan temuannya di Kejaksaan Negeri Bekasi. 

Jajang menjelaskan, dalam persyaratan di tiga proyek tersebut panitia sengaja memberikan syarat mutlak untuk memenangkan salah satu perusahaan tertentu. 

“Pemkot Bekasi sengaja mengunci dalam persyaratan agar dimenangkan oleh salah satu perusahaan tertentu. Syarat untuk memenangkan lelang tersebut adalah perusahaan yang menyampaikan pengalaman pengadaan dan pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40-50 meter selama kurun waktu 10 tahun terakhir, jika tidak bisa maka dinyatakan gugur,” katanya. 

Ironisnya, lanjut Jajang, dalam proses lelang Pemkot Bekasi sudah menetapkan tiga pemenang proyek. Ketiga perusahaan tersebut dimenangkan dari perusahaan yang memberikan penawaran harga murah.

“Kami menghitung total kebocoran pada tiga proyek tersebut mencapai Rp30,2 miliar. Hal ini disebabkan nilai proyek yang disepakati Pemkot Bekasi dengan pemenang proyek amat mahal dan mengesampingkan tawaran yang lebih ekonomis,” jelasnya. 

Selain kebocoran tersebut, CBA juga membeberkan kerugian negara yang terdapat pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi pada jasa Konsultansi Perencanaan Teknis sejak tahun 2012-2017 dengan total Rp5 miliar. 

“Dalam proyek ini, dokumen perencanaan yang dijalankan oleh PT Nusantara Citra Konsultan, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal itu karena setiap dokumen yang dikerjakan hanya copy paste dari dokumen perencanaan yang sebelumnya, sehingga otomatis pengerjaan itu tidak akan dijalankan oleh perusahaan konstruksinya karena tidak sesuai perencanaan,” ungkap Jajang lagi. 

Jajang juga menemukan indikasi ‘Kongkalikong’ antara Disperkimtan Kota Bekasi dengan PT Nusantara Citra Konsultan dalam setiap lelangnya. Menurutnya, beberapa perusahaan konsultan yang memberikan harga murah dari pagu anggaran, namun digugurkan. 

“PT. Nusantara Citra Konsultan dalam proses lelang sangat janggal, padahal terdapat perusahaan yang menawarkan harga lebih murah namun digugurkan oleh pihak Pemkot Bekasi,” pungkasnya. (CR-1)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments