Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Oktober 22, 2019
Halaman Home » Parlementaria » DPR Dukung Roehana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional
  • Follow Us!

DPR Dukung Roehana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional 

BERITA JAKARTAWakil Ketua DPR-RI Fadli Zon mendukung penuh dinobatkannya Roehana Kudus sebagai Pahlawan Nasional. Hal tersebut diungkapkannya kepada wartawan usai menerima kunjungan keluarga dan panitia pengusul Roehana Kudus sebagai Pahlawan Nasional di ruang kerjanya Gedung  DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018) kemarin.

“Saya menilai Roehana Kudus yang merupakan tokoh perempuan asal Padang Sumatera Utara jauh sebelum kemerdekaan telah berjuang memberdayakan perempuan di masanya lewat organisasi Amai Setia. Dan yang tak kalah penting adalah perjuangan di bidang Pers Roehana Kudus,” terang Fadlizon.

Dikatakan Fadlizon, Roehana menjadi wartawan perempuan pertama sekaligus Pemimpin Redaksi pertama di jamam Hindia Belanda lewat koran bernama Soenting Melaju (Sunting Melayu) yang terbit pada tahun 1911 hingga tahun 1921.

“Semua itu juga pernah ditulis oleh sejarahwan dan tokoh Pers Sumbar Hasril Chaniago dan Mustika Z, sehingga usulan tersebut wajib dipertimbangkan untuk menjadi Pahlawan Nasional pada bulan November mendatang,” kata Fadlizon.

Fadli menyadari bahwa selain Roehana, masih ada beberapa tokoh bangsa lainnya yang tengah diperjuangan untuk bisa mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Namun, khusus untuk Roehana, Politisi dari Fraksi Partai Gerinda ini meyakini bahwa dari sisi kepahlawanan, kepatriotan, kepioniran dan pemberdayaan kesadaran nasional saat itu sudah dilakukan Roehana tidak hanya di satu bidang, melainkan di bidang pers dan kerajinan pemberdayaan wanita. Sangat jarang perempuan jadi pemred (pemimpin redaksi-red).

“Yang perlu dinilai dari kepahlawanan adalah mereka yang berjuang membangun kesadaran nasional, membangun pergerakan merebut kemerdekaan, punya konstribusi langsung. Kalau pasca kemerdekaan atau tidak terlibat dalam perjuangan kemerdekaan tidak harus menjadi pahlawan nasional, namun bentuk penghargaan lainnya,” ungkapnya.

Atau dengan kata lain sambungnya, Pahlawan Nasional harus punya ciri-ciri keterlibatan di dalam merebut kemerdekaan, membangun kesadaran nasional, melawan secara fisik, intelektual, diplomasi. Roehana kudus jelas punya track record itu semua.

“Saya tidak tahu kandidat atau tokoh yang dicalonkan lainnya. Jangan sampai yang tidak memiliki track record itu malah dijadikan Pahlawan Nasional. Jadi harus benar-benar dikaji semuanya,” jelas Fadli.

Sementara itu, tokoh pers dan sejarahwan asal Sumatera Barat Hasril Chaniago yang masuk dalam Tim Panitia Pengusul Roehana Kudus sebagai Pahlawan Nasional ini mengatakan bahwa perjuangannya untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional bagi Roehana itu terbilang sudah cukup lama, yakni pada tahun 2009.

Namun ketika itu, beberapa syarat belum dipenuhi, seperti penelitian tentang riwayat hidup sang tokoh disertai bukti-bukti berupa arsip dan kesaksian-kesaksian. Namun pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial mengijinkannya kembali mengajukan hal itu jika semua persyaratan sudah terpenuhi.

Kini berbagai persyaratan tersebut telah dipenuhinya. Oleh karena itu, ia meminta dukungan DPR, MPR, Dewan Pers, PWI  dan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung keinginannya tersebut. Sehingga pada bulan November mendatang tokoh pra kemerdekaan asal Sumatera Barat itu bisa diberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional. (Par/ayu/sc)

Comments

comments