Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 18, 2019
Halaman Home » Lifestyle » Jadi Pengedar, Mahasiswa Undip Semarang Diamankan Polisi
  • Follow Us!

Jadi Pengedar, Mahasiswa Undip Semarang Diamankan Polisi 

BERITA SEMARANG – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Bea dan Cukai (BC) Tanjung Emas berhasil mengungkap kasus narkotika jenis ekstasi yang menjerat mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Semarang.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, tersangka CPI (22) asal Bandung tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. CPI diamankan petugas BNNP di depan sebuah warung angkringan di Jalan Tirto Usodo Timur, Banyumanik Semarang.

“Tersangka sudah dua kali mendatangkan narkoba jenis ekstasi (MDMA) dari Belanda yang dipesan melalui dark website,” kata Tri Agus kepada awak media di kantor BNNP Jateng, Rabu (4/4/2018).

Menurutnya, mahasiswa atau pelajar menjadi salah satu sasaran pengedaran dari jaringan sindikat narkotika Internasional. Bahkan, pada 2017 penyalahguna narkotika dikalangan pelajar di Jawa Tengah menyumbang hingga 27 persen dari total 500 ribu penyalahguna dengan total angka prevalensi 1,1 persen.

Sementara itu, Kepala Bea dan Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil menyatakan, pihaknya akan lebih fokus mengawasi peredaran narkotika baik melalui bandara atau tempat lain. Apalagi ini sudah menyasar di lingkungan mahasiswa. “Kalau dilihat nilainya memang tidak banyak, namun ini akan merusak para generasi penerus yang kita banggakan,” katanya.

Sebelumnya, Bea Cukai Tanjung Emas menginformasikan adanya kiriman paket berisi narkotika dari Belanda melalui jasa kiriman kantor pos. Selanjutnya tim BNNP Jateng melakukan controlled delivery terhadap paket itu dan melakukan pengawasan selama 15 hari, hingga akhirnya terungkap kasus tersebut.

Sedangkan barang bukti yang diamankan yakni 1 amplop putih berisi plastic yang didalamnya terdapat 9 butir narkotika jenis ekstasi warna hijau dengan logo Tiga Berlian. Diketahui sembilan butir ekstasi tersebut dipesan melalui dark web seharga Rp800 ribu dengan pembayaran menggunakan bit coin. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments