Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Februari 17, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Adhi Firdaus Kecewa Dengan Kinerja KPUD Kota Bekasi
  • Follow Us!

Adhi Firdaus Kecewa Dengan Kinerja KPUD Kota Bekasi 

BERITA BEKASI – Calon Wakil Walikota Bekasi Nomor Urut 2, Adhi Firdaus, menyoroti kinerja Komisi Pemilihan Umam Daerah (KPUD) Kota Bekasi terkait sosialisasi Pilkada serempak pada 27 Juni mendatang. Dengan tidak maksimalnya sosialisasi itu, dirinya pesimistis tingkat partisipasi masyarakat dalam ajang demokrasi nanti.

Pernyataan itu, disampaikan Adhi Firdaus saat bertatap muka sambil ngobrol santai bareng sejumlah awak media di Rumah Makan Sari Idaman, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (3/4/2018) siang kemarin.

“Coba bayangkan, KPU Kota Bekasi menyediakan dua spanduk dan dua baliho untuk alat peraga kampanye atau APK ditiap wilayah Kelurahan. Mana mungkin bisa tersebar sampai pelosok lingkungan masyarakat?,” katanya.

Kalau pun kami sambung Adhi, diberikan kesempatan membuat APK sendiri, itupun dibatasi hanya 5 APK untuk tiap wilayah Kelurahan,” tambahnya.

Adhi juga menyebut masih ada kalangan masyarakat yang belum mengetahui jadwal Pilkada serempak karena sosialisasi dari KPUD Kota Bekasi yang tidak tidak merata.

“Pernah saat saya berkunjung ke lingkungan masyarakat, masih banyak yang bertanya ke saya, memangnya mau ada pemilihan Walikota? Kapan pemilihannya,” ungkap Adhi menirukan pertanyaan masyarakat.

Ironisnya lagi, sebagai Calon Wakil Walikota Bekasi, Adhi mengaku belum mendapat jadwal kampanye yang resmi dari KPU Kota Bekasi.

“Saya pernah diundang masyatakat Jatisampurna beberapa waktu lalu. Ternyata di hari yang sama, ada juga kegiatan dari Paslon Nomor Urut 1 yang lokasinya berdekatan dengan tempat undangan yang akan saya hadiri. Akhirnya terpaksa saya membatalkan diri datang ke Jatisampurna,” ungkapnya.

Pada prinsipnya tambah Adhi, kami menginginkan Kota Bekasi tetap aman dan kondusif. Kami tak ingin adanya gesekan dikalangan masyarakat.

Lebih lanjut Adhi mengingatkan pihak KPUD Kota Bekasi agar bercermin dari ajang demokrasi periode lalu yang hanya menjaring tingkat partisipasi masyarakat 49 persen.

“Kalau mau tinggi ringkat partisipasi masyarakat, sosialisasi harus lebih gencar dilakukan KPU Kota Bekasi,” pungkasnya. (Edo)

Comments

comments