Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, April 25, 2018
Halaman Home » Parlementaria » Legislator PKS Apresiasi Program KPK Mendengar
  • Follow Us!

Legislator PKS Apresiasi Program KPK Mendengar 

“Posisi-Posisi Kosong di KPK Ini Segera Diisi Agar Performa KPK Semakin Bagus”

BERITA JAKARTA – Anggota Komisi III DPR-RI Aboe Bakar Al-Habsyi mengapresiasi program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bertajuk ‘KPK Mendengar’ dengan mendatangkan tokoh masyarakat sebagai narasumber guna memberi masukan kepada lembaga anti rasuah itu.

“Program KPK Mendengar cukup baik. Ini bagian dari upaya KPK untuk mensosialisasikan gerakan anti korupsi. Selama ini pemberantasan korupsi menjadi fokus utama dalam pembangunan nasional,” terang pria yang akrab disapa Habib itu dalam rilisnya, Selasa (13/3/2018).

Disampaikannya, sejauh ini kinerja KPK sudah baik, namun ada beberapa catatan, diantaranya mengenai cara penanganan korupsi. KPK, jelasnya, dalam menangani suatu kasus telah menyebabkan adanya implikasi berupa ketakutan kepada pelaksana program pembangunan. “Adanya ketakutan pelaksana program ini berdampak pada minimnya serapan anggaran pembangunan pemerintah,” jelas legislator Fraksi PKS itu.

Dikatakannya, penanganan korupsi seharusnya jangan sampai menggangu program pembangunan negara. Oleh karenanya, KPK perlu memikirkan agar para PNS atau pejabat terkait tidak takut melaksanakan proyek pembangunan karena cara-cara penanganan korupsi yang tidak tepat. “Jangan sampai tidak ada lagi PNS yang mau jadi Pimpro. Bagaimana PNS berani menjabat menjadi Pimpro, kalau mereka belum apa-apa ketakutan ditangkap,” ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini juga perlu ada perbaikan internal KPK. Ia mendengar level honorarium pegawai KPK sangat tinggi dan menimbulkan kecemburuan banyak pihak. Menurutnya, pendapatan tinggi harus berbanding lurus dengan pencegahan. “Harus ada alat ukur jelas antara salary yang diterima dengan output pencegahannya,” tuturnya.

Habib mengaku, dirinya juga mendengar ada banyak jabatan yang lowong di KPK. Bahkan Direktur Pengawasan Internal sepengetahuannya sudah tiga tahun kosong, padahal hal ini sangat diperlukan untuk internal control, utamanya untuk menjamin bahwa pelaksanaan tugas telah sesuai dengan SOP. “Saya sarankan, posisi-posisi kosong di KPK ini segera diisi agar performa KPK semakin bagus,” pungkasnya. (Par/Dep/Sf)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments