Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Februari 17, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Sidang Kasus Suap, Ketua DPRD Jambi Sebut Zoerman Manaf
  • Follow Us!

Sidang Kasus Suap, Ketua DPRD Jambi Sebut Zoerman Manaf 

BERITA JAMBI – Sidang lanjutan kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, semakin menarik. Dalam keterangannya, Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston bersama dua pimpinan dewan lainnya, menyebut Zoerman Manaf, salah satu pimpinan DPRD Provinsi Jambi.

Didepan Hakim dan Jaksa KPK Cornelis menjawab langsung sejumlah pertanyaan Jaksa perihal adanya pemunduran sidang Paripurna pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018 dari 23 November 2017 menjadi 27 November 2017.

Cornelis mengungkapkan, penyebab adanya pemunduran jadwal sidang Paripurna itu, karena TAPD sendiri butuh waktu untuk finalisasi dan beberapa kegiatan dewan yang harus dilakukan.

“Selain itu ada juga perjalanan dinas yang harus dilaksanakan. Makanya kita lakukan rapat Banmus untuk menunda sidang Paripurna ke-27 November 2017,” terangnya dalam persidangan ke-6 yang digelar di Tipikor, Senin (12/3/2018).

Selain itu, Cornelis juga mengungkapkan, terkait pernyataan Syahbandar yang mengatakan adanya pertemuan pimpinan dewan dengan tersangka Erwan Malik (Mantan Plt Sekda Provinsi Jambi). ”Itu benar,” jawab Cornelis.

Namun saat itu sambung Cornelis, Erwan Malik tidak bisa memberikan jawaban dikarenakan dirinya hanyalah sebagai Pelaksana Tugas (Plt). “Karena Pak Erwan ini juga punya atasan,” jelasnya dipersidangan.

Dikatakannya, ada surat MoU proyek multiyears sebesar Rp105 miliar, yakni untuk proyek jalan Play Over Simpang Mayang-Tugu Juang Simpang III Sipin. Setelah tandatangan, selanjutnya Cornelis mengaku Lepas ke Zoerman Manap.

“Pak Zoerman bilang kau jangan tandatangan-tandangan aja itu ada persennya. Untuk urusan multiyears itu dulu bisa menguasai 2 persen,“ ungkap Cornelis lagi dihadapan Majelis hakim Tipikor.

Sementara, pengakuan Cornelis kepada awak media sebelumnya, Cornelis membantah bahwa dirinya tak mengetahui perihal permintaan proyek oleh Pimpinan Dewan dan adanya uang pelicin dalam pengesahan RAPBD Jambi 2018.

“Saya tak tahu sama sekali adanya pertemuan dan permintaan proyek ke pak Erwan, ” kata Cornelis usai acara Silaturahmi Masyarakat Jambi di Hotel Novita Kota Jambi, Senin (5/3/2018) lalu dikutip dari Nuansajambi.com. Lanjutnya, ”Kita lihat ajalah kebenarannya di pengadilan nanti,” kilahnya.

Seperti diketahui, nama Cornelis selalu disebut oleh para pimpinan dan anggota dewan lainnya saat memberikan kesaksiannya untuk ketiga tersangka yakni Arfan, Saipudin dan Erwan Malik di persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jambi.

Salah satunya seperti yang diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jambi Fraksi Garindra Syahbandar dalam persidangan yang menyatakan bahwa dirinya membenarkan telah mengikuti beberapa kali pertemuan dengan Pimpinan dewan lainnya seperti yang diungkapkan Jaksa.

Pertemuan antar pimpinan dewan yang dihadiri mantan Sekda Erwan Malik ini, dikatakan Syahbandar, pimpinan dewan meminta kepada Erwan agar menyediakan sejumlah proyek untuk mereka.

“Erwan menyatakan dak berani menyatakan ada atau tidak (Proyek,-red) karna masih status Plt,” kata Syahbandar kepada Jaksa dalam persidangan, Senin (26/2/2018) lalu.

Dalam pertemuan ini, kata Syahbandar turut dihadiri Pimpinan DPRD Jambi Cornelis Buston, Zoerman Manaf, Chumaidi dan sejumlah ketua fraksi lainnya.

“Setelah itu ada pertemuan satu kali lagi, pimpinan DPRD ada keempatnya, ada beberapa pimpinan fraksi, saya masih ingat, ada Zainul Arfan, pak El Helwi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dirinya mendengar perihal adanya permintaan uang tepat waktu pengesahan APBD dari Dewan kepada pihak Eksekutif.

“Saya mendengar ada permintaan uang tepat waktu pengesahan APBD (saat rapat pimpinan,-red). Yang saya dengar percis itu saudara El Helwi, selebihnya ada bicara tapi saya tidak tau percis. Disana di sebut uang, yang saya ingat pak ada yang minta 50 ada yang seratus. Yang percis itu saya dengar saudara El Helwi,” sebutnya.

“Saya ingat, Cornelis Buston menanyakan ada atau tidak proyek untuk kami,” pungkasnya. (DMK/Wandi)

Comments

comments