Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, November 15, 2019
Halaman Home » Hukum » Gubernur Sultra Nur Alam Dituntut 18 Tahun Penjara
  • Follow Us!

Gubernur Sultra Nur Alam Dituntut 18 Tahun Penjara 

BERITA JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan dituntut hukuman selama 18 tahun penjara dipotong masa tahanan oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (8/3/2018) kemarin.

Selain itu, terdakwa diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar dengan subsider 1 tahun penjara. Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp2,7 triliun dalam waktu satu bulan setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap.

Jika terdakwa, tidak bisa membayar uang pengganti, harta bendanya disita dan dilelang. Bila masih juga tidak memcukupi, diganti dengan 1 tahun penjara.

Menurut Jaksa KPK, terdakwa terbukti melakukan korupsi baik sendiri – sendiri atau bersama- sama yang merugikan negara sebesar Rp4,3 triliun dan terbukti pula menerima gratifikasi Rp40,2 miliar.

Jaknsa KPK menilai, perbuatan terdakwa melanggar Undang-Undang (UU) No.31 Tahun 1999 jo UU No.20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Hal yang memberatkan bagi terdakwa, karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan tidak berterus terang dalam persidangan. Yang meringankan terdakwa, belum pernah dihukum dan sopan dalam persidanga.

Sementara itu, pengacara terdakwa Didy Supriyanto usai sidang menanggapi tuntutan Jaksa terhadap kliennya mengatakan, dakwan Jaksa terhadap terdakwa Nur Alam adalah Sesat.

“Selain dakwaanya sesat, pada tuntutanya pun tidak memasukkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yang meringankan bagi terdakwa. Kalau begini caranya, lebih baik tidak usah disidang saja,” tandasnya kepada awak media.

Sidang yang di Ketuai Majelis hakim Basariah Siti Badriah ini ditunda satu minggu untuk memberi kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk melakukan pembelaan (Pledoi). (Bambang)

Comments

comments