Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, September 25, 2018
Halaman Home » Nasional » Pemerintah Harus Klarifikasi Tuduhan Media Malaysia
  • Follow Us!

Pemerintah Harus Klarifikasi Tuduhan Media Malaysia 

BERITA JAKARTA – Wakil Ketua DPR-RI Taufik Kurniawan menyesalkan pemberitaan sebuah media  online Malaysia yang menyudutkan Polri. Media itu menulis, penyidik Bareskrim Polri mengambil uang Rp1 miliar ringgit saat menggeledah kapal pesiar mewah Equanimity yang diamankan di Pelabuhan Benoa, Bali pada, Rabu (28/2/2018) lalu.

“Pemerintah Indonesia harus meminta klarifikais dari Pemerintah Kerajaan Malaysia. Termasuk meminta penjelasan dari media online tersebut. Pasalnya, media itu ditengarai tidak memiliki sumber berita yang jelas dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Jangan sampai berita hoaks itu menyebar, dan bahkan mempengaruhi hubungan bilateral kita dengan Malaysia,” tegas Taufik, Kamis (8/3/2018).

Politisi PAN itu menambahkan, pemerintah melalui KBRI di Malaysia bisa proaktif dengan meminta agar media online tersebut menarik berita itu dari situsnya. Dan memberikan klarifikasi, serta menampilkan sikap dan pernyataan resmi dari Polri.

“Saat ini, kemajuan teknologi kadang disalahgunakan untuk kepentingan tertentu, misalnya untuk menyebarkan isu negatif. Jangan sampai berita itu tetap menyebar, dan terkesan negatif bagi Polri. Padahal Polri sudah membantu FBI untuk menangkap kapal itu. Tentunya, penangkapan ini seharusnya mendapat apresiasi,” tandas Taufik.

Sebagaimana diketahui, ditengah upaya membantu penyidikan skandal 1 Malaysian Develoment Berhad (IMDB), Polri diserang kabar miring dari media Malaysia. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto pun sudah membantah dan mempertanyakan kredibilitas media yang menyebarkan kabar itu dan dipastikannya tuduhan media itu hoaks.

“Media itu justru melakukan framing pemberitaan menjadi ‘Penyiasat Indonesia menjumpai 1 billion ringgit tersimpan rapi dalam Kapal Jo Lo. Siap berbalut kertas hadiah. Untuk siapa ya pak?”. Tapi basis data pemberitaan media itu, hanya berasal dari tangkapan gambar atau screenshoot Facebook. Ironisnya, tangkapan gambar itu juga tidak menampilkan link dari akun Facebook tersebut. Bahkan juga tidak ada nama si pembuat status itu,” ujar Ari.

Ari pun memastikan, jajarannya sudah bekerja sesuai dengan prosedur penyelidikan dan penyidikan yang ditetapkan. Saat satgas melakukan proses penggeledahan dan penyitaan kapal milik Malaysia Equanimity pada 28 Februasi 2018 lalu, semuanya sesuai prosedur, dan selalu mendapat pendampingan dari kru kapal dan penasihat hukum perusahaan pemilik kapal.

“Sekarang, kami justru menunggu saudara kami di Malaysia untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai berita hoaks itu. Terlebih lagi hubungan Malaysia dengan Indonesia sedang harmonis seperti ini,” tutup Ari. (Par/rnm/sc)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments