Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Agustus 22, 2019
Halaman Home » Parlementaria » DPR-RI Komitmen Laporkan SPT Pajak Tepat Waktu
  • Follow Us!

DPR-RI Komitmen Laporkan SPT Pajak Tepat Waktu 

“Salah Satu Pendapatan Negara Setiap Tahunnya Masuk APBN Adalah Bersumber Dari Pajak Kita”

BERITA JAKARTA – Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo menyatakan kegiatan penyampaian SPT PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2017 yang diselenggarakan di loby Nusantara III Gedung DPR-RI sebagai bentuk kepatuhan hukum dan keteladanan lembaga perwakilan rakyat kepada publik dalam melaporkan pajak.

“Kegiatan yang kita lakukan sekarang ini merupakan bentuk komitmen kita sebagai lembaga perwakilan rakyat untuk taat dan patuh dalam kapasitas sebagai warga negara untuk melaporkan SPT kita sesuai batas waktu yang telah ditentukan,” terang Bambang, Kamis (8/3/2018).

Turut hadir dalam acara kegiatan penyampaian SPT Pajak Tahunan ini para Wakil Ketua DPR-RI, diantaranya, Wakil Ketua DPR-RI Korpolkam Fadli Zon, Korinbang Agus Hermanto dan Korkesra Fahri Hamzah, Pimpinan Fraksi-fraksi, Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan, pejabat dan karyawan di lingkungan Setjen dan BK DPR-RI. 

Bambang menyatakan, kegiatan penyampaian SPT PPh Orang Pribadi Tahun 2017 tersebut adalah wujud komitmen dirinya selaku Ketua DPR-RI dalam memastikan bahwa seluruh anggota DPR-RI dan karyawan DPR-RI untuk melaporkan SPT tahun 2017 tepat waktu.

“Saya bertanggungjawab secara moril terhadap kepatuhan seluruh anggota DPR-RI dan karyawan meskipun sesungguhnya menjadi tanggungjawab setiap individu untuk melaporkan SPT Tahunannya,” katanya.

Ketaatan kita sambung Bambang, dalam menyampaikan SPT Tahunan disertai ketaatan membayar pajaknya menunjukkan kita turut serta dalam mengelola negara ini. “Salah satu pendapatan negara yang setiap tahunnya masuk dalam APBN adalah bersumber dari pajak kita,” ungkapnya.

Diterangkannya, bahwa APBN tahun 2018 sudah mencapai Rp2000 triliun lebih atau sekitar 2.220,6 triliun yang bertujuan mendorong roda perekonomian negara yang saat ini tumbuh sekitar 5,2 persen. Masih diperlukan upaya keras untuk meningkatkannya, karena dalam APBN 2018 ditargetkan 5,4 persen.

“Pada APBN 2018, target penerimaan dari sektor pajak dipatok sebesar Rp1.423 triliun dari total penerimaan negara sebesar Rp1.894,7 triliun. Hal tersebut menunjukan bahwa sumber penerimaan negara dari sektor pajak menjadi sangat dominan,” paparnya.

Dari target penerimaan negara Rp1.894,7 triliun, sekitar Rp1.618,1 triliun berasal dari perpajakan yang tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan APBN 2017. Setoran pajak 2018 ditargetkan mencapai Rp1.423,9 triliun. Sementara itu untuk penerimaan bea masuk ditargetkan sebesar Rp35,7 triliun dan bea keluar Rp3 triliun. Cukai sendiri ditargetkan pada 2018 bisa mencapai Rp155,4 triliun.

“Maka menjadi kewajiban kita bersama untuk membantu pemerintah mewujudkan berbagai target tersebut. Apalagi APBN merupakan produk bersama antara pemerintah dan DPR, maka lembaga perwakilan rakyat harus turut memberi contoh untuk mewujudkan berbagai tujuan yang hendak dicapai yang muaranya adalah kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (Par/Dep/Sc)

Comments

comments