Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Oktober 14, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » PT. AXI Sosialisasi Bersama LKPP, Kominfo dan KPK 
  • Follow Us!

PT. AXI Sosialisasi Bersama LKPP, Kominfo dan KPK  

BERITA JAKARTA – Sosialisasi e-katalog digelar PT. Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo-RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) demi menyelaraskan tujuan mencapai sinergi untuk Negeri, Kamis (1/3/2018)

Melalui sosialisasi ini diharapkan para stakeholder menyelaraskan visi dan strategi agar bisa mencapai tujuan sinergi untuk Negeri, sehingga tercipta sistem pengadaan barang dan jasa yang terbuka, akuntabel dan bersih serta menyongsong Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan pemerintah dalam upaya mereformasi penyelenggaraan pelayanan publik. Sejak dibentuknya Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa pemerintah dilakukan secara elektronik dengan sistem e-procurement yang berlandaskan Perpres No. 54 Tahun 2010 Pasal 111.

Dalam perjalanannya, selama satu dekade, LKPP telah melakukan reformasi pengadaan dengan sangat baik. Tantangan ke depan adalah bagaimana membangun ekosistem pengadaan yang lebih luas, transparan dan akuntabel, tentunya dengan melibatkan semua stakeholder dalam ekosistem pengadaan untuk berperan aktif dan menyelaraskan visi menuju Sinergi untuk Negeri, yang mengedepankan prinsisp-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, beberapa waktu yang lalu PT. AXI menginisiasi diskusi bersama LKPP, Kominfo-RI dan KPK tentang sinergi yang tepat antar semua stakeholder, sekaligus melakukan sosialisasi dan memberikan diseminasi informasi kepada Kementerian/Lembaga/Departemen/ Institusi) yang hadir untuk mengajak setiap lini, membangun ekosistem pengadaan yang lebih transparan dan akuntabel.

Dalam kesempatan itu, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Prabowo mengatakan, ke depan mekanisme belanja pemerintah lewat e-purchasing akan terus meningkat dan sebaliknya, e-tendering akan semakin berkurang.

“Sebelumnya, primadona pengadaan adalah tender. Sekarang kami geser bahwa pengadaan yang baik adalah yang mengadopsi mekanisme pasar sepanjang itu terbuka dan adil melalui government e-marketplace,” kata Agus Prabowo.

LKPP akan mengekstensifikasi government e-marketplace melalui penguatan kelembagaan, yaitu dengan menggabungkan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dan unit layanan pengadaan (ULP) menjadi satu lembaga.

“Kedua lembaga akan digabung menjadi satu lembaga yang nama generiknya UKPBJ atau Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. Ke depan LKPP akan mendelegasikan kewenangan e-katalog ke kementerian, lembaga dan daerah melalui UKPBJ,” ucap Agus.

Selain itu, tujuan dari Sinergi untuk Negeri yang di usung LKPP pada diskusi kali ini, diharapkan dapat mengakomodir visi Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

“Awal tahun ini sudah saatnya kita bersiap untuk go internasional. Lebih terbuka melihat dunia, karena pengadaan akan menjadi bagian dari globalisasi, tentunya dengan menjadikan tata kelola pengadaan sebagai garda depan cermin lembaga pemerintahan yang profesional dan bersih.” tambahnya.

Kominfo RI melalui penjelasannya tentang Indonesia Menuju Economic Digital Country Terbesar di Asia Tenggara tahun 2020 sangat mendukung pentingnya mencapai menyelaraskan pandangan dan aksi nyata dari semua pihak, terutama terkait visi Indonesia di tahun 2020.

Dikutip dari salah satu media, Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Rudiantara mengatakan, “Pemerintah terus berusaha memperkuat berbagai sektor agar bisa mewujudkan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Kita sudah siap (ekonomi digital terbesar).”

Sebagai informasi, Data dari APJII 2018 mencatat pengguna internet di Indonesia tahun ini telah mencapai 143,26 juta jiwa, di mana berarti terdapat 54,68 persen penduduk Indonesia yang telah melakukan menikmati koneksi internet.

Dari data tersebut, pasar e-commerce Indonesia pun akan diprediksi mencapai US$130 miliar di tahun 2020. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Indonesia di prediksi bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, dengan industri belanja online menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Penyelenggaraan pengadaan barang/jasa pun tidak lepas dari fokus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam pelaksanaannya untuk mewujudkan visi pencegahan korupsi, KPK sejak awal telah membangun sinergi dengan LKPP dan Kementerian lainnya sebagai mitra kerja utama untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“Kami bangga dapat menjadi salah satu inisiator dan mengajak semua stakeholder berdiskusi hari ini untuk membangun ekosistem pengadaan yang bersih dan akuntabel menuju sinergi untuk negeri. Di era serba teknologi digital ini, sinergitas untuk mewujudkan bisnis yang bersih dan transparan amat penting dan diperlukan,” katanya.

Kita sambungnya, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sebagai dukungan kami untuk menyeleraskan visi Sinergi untuk Negeri, AXI selalu menghadirkan produk berkualitas bagi pelanggan pemerintahan dan korporasi dengan menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas bisnis” Jelas Sahat M Sihombing, Presiden Direktur PT. AXI. 

Salah satu fondasi yang dipersiapkan AXI untuk tetap konsisten dalam penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa yang akuntabel dan profesional ialah membawa AXIQoe.com sebagai layanan e-commerce B2B dan B2G terdepan di Indonesia dengan competitive advantage terbaik. Yakni dengan merejuvenasi tampilan dan konten di portal AXIQoe.com.

Sejak ditampilkan,selain visualisasi portal dan menu AXIQoe.com yang semakin lengkap dan interaktif, kini Service Level yang diberikan semakin competitive yaitu jaminan purna jual yang andal, pemilihan produk yang berkualitas serta pengiriman yang tepat waktu dan menjangkau 514 Kota dan Kabupaten.

Sehingga, brand presence menjadi lebih kuat dan pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan barang yang dicari dan menjadikan AXIQoe.com sebagai destinasi belanja untuk perlengkapan dan  kebutuhan kantor mereka.

Rejuvenasi portal juga dilakukan di 2 unit bisnis AXI yaitu PrintQoe.com, sebagai online printing B2B pertama di Indonesia untuk layanan Print on demand, maupun variable printing secara real time, serta CourierQoe.com, sebagai layanan kurir andalan dan terpercaya untuk mendukung semua unit bisnis AXI.

Sosialisasi untuk membangun ekosistem pengadaaan yang tranparan dan akuntabel menuju Sinergi untuk Negeri ini rencananya juga akan dilakukan di beberapa kota besar lainnya sampai akhir tahun ini.

Tentang PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI)

PT. Astragraphia Xprins Indonesia  merupakan anak perusahaan dari PT. Astra Graphia Tbk (AG) yang berinduk pada PT Astra Internasional Tbk (AI) di mana sebelumnya AXI merupakan bagian dari dua bisnis unit AG yang bernama Xprins yang telah berdiri sejak 19 February 1993 dan Layan Gerak yang berdiri sejak 18 Oktober 1994.

Penyatuan kedua bisnis ini kedalam satu perusahaan baru AXI yang resmi berdiri sejak 14 Februari 2014 di Jakarta, bertujuan untuk menunjang percepatan perkembangan bisnis Xprins, yang sekarang bernama PrintQoe, dan Layan Gerak, sekarang bernama AXIQoe. Kini AXI memfokuskan diri pada pengembangan kegiatan usaha yang terkait dengan percetakan, perdagangan, dan jasakurir (surat, paket maupun logistik) melalui unit bisnis PrintQoe.com, AXIQoe.com dan CourierQoe.

Sesuai Visi yang dimiliki perusahaan, sinergi tiga solusi layanan AXIQoe.com, PrintQoe.com dan CourierQoe diharapkan dapat mentransformasikan AXI menjadi Office Services Preferred Partner di Indonesia. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan PrintQoe, AXIQoe dan CourierQoe, silahkan mengunjungi website kami di www.AXI.co.id,www.AXIQoe.com dan www.PrintQoe.com. (CR-1)

Comments

comments