Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 22, 2020
Halaman Home » Hukum » Soal Gugatan ke Presiden, Alexius: Saya Penegak Hukum Dilecehkan
  • Follow Us!

Soal Gugatan ke Presiden, Alexius: Saya Penegak Hukum Dilecehkan 

“Ucapan Majelis Hakim PN Jakarta Pusat Robert Lecehkan Saya Sebagai Penegak Hukum”

BERITA JAKARTAGugatan yang dilayangka Advokat Alexius Tantradjaya terhadap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) ditolak Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Namun, kekecewaan Alexius tidak hanya karena gugatannya ditolak, tapi ucapan Ketua Majelis hakim, Robert, dalam persidangan itu sangat mengecewakannya, Rabu (21/2/2018).

Bahkan menurut Alexius, sebagai penegak hukum, dirinya merasa dilecehkan. Untuk itu, dirinya berencana akan mengadukan Hakim Robert ke Komisi Yudisial (KY). 

“Anda kan hanya iseng – iseng saja dan untuk mencoba melakukan gugatan perkara ini kepada Presiden,” lontar Hakim Robert usai membacakan putusannya di PN Jakarta Pusat sambil mengetuk palu vonisnya dan menutup persidangan.

Perkara gugatan kepada Presiden RI Joko Widodo yang diajukan Advokat Alexius bukanlah iseng – iseng ini sangat serius dirinya menggugat sebagai Advokat. perkara ini justru dikenal oleh banyak kalangan wartawan sebagai, kasus yang sangat “memprihatinkan”, karena aparat hukum yang tidak dapat melakukan proses hukum terhadap kliennya yang bernama Maria.

“Kasus yang dilaporkan ke polisi itu sudah mangkrak selama 10 tahun. Namun hingga kini tidak ada perkembangan atau tindaklanjut dari aparat Kepolisian sehingga warisan yang cukup besar dari suaminya Maria, tidak dinikmati oleh Maria dan dua anak kandung almarhum,” tegas Alexius kepada Beritaekspres.com, Minggu (25/2/2018).

Sebab sambung Alexius, pihak keluarga sang suami mengklaim bahwa Maria tidak pernah dinikahi apalagi memiliki keturunan dua anak. Akibatnya, harta aset peninggalan sang suami hanya menjadi milik para keluarga alm suaminya dan ludes lah saldo sebesar Rp9 miliar direkening sang almarhum dinikmati dan dibuat bancakan oleh orang yang tidak berhak secara hukum, sehingga kasus ini bergulir di Pengadilan.

Alexius menegaskan, sesuai amanah konstitusi UUD 45 bahwa Prsiden adalah merupakan Panglima Tertinggi dari semua Angkatan, termsuk Kepolisian, sehingga dirinya menggugat Presiden RI, Joko Widodo dengan harapan ada perhatian dan teguran keras kepada aparaturnya. Oleh karena itulah, dirinya berjuang keras selama 10 tahun membela kliennya yang terzholimi.

“Terakhir, saya layangkan gugatan kepada Presiden.RI Jokowi. Namun apa yang kami dapat hanya ucapan Hakim Robert yang dinilai melecehkan dan tidak berani mengambil sikap hukum. Dalam perkara ini, sebanyak 3 kali panggilan resmi pihak Pengadilan ke Presiden sebagai Tergugat, tidak pernah hadir sampai akhirnya perkara ini diputus,” katanya kecewa.

Sekali lagi tambah Alexius mengatakan, dirinya sangat kecewa dan sangat tersinggung dengan ucapan  Hakim Robert meski dirinya tidak melakukan protes diruang persidangan, karena tidak mau bersikap frontal, tapi ucapan Majelis sangat melukai perasaannya selaku advokat.

“Nanti akan saya laporkan ke KY, sekaligus juga saya akan daftarkan balik gugatan saya, dengan menggugat semua instansi hukum yang selama hampir 10 tahun ini pernah saya surati, guna meminta perlindungan hukum,” pungkasnya. (Bambang)

Comments

comments