Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Maret 21, 2019
Halaman Home » Hukum » KPK Sedih Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Hak Angket
  • Follow Us!

KPK Sedih Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Hak Angket 

BERITA JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi yang diajukan sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hak Angket KPK. Dengan putusan ini, MK menyatakan hak angket KPK yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah sah.

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi, Setiadi, mengaku sedih dengan putusan MK tersebut. “Saya belum bisa komen, tapi komen satu kata saja. Sedih,” ungkap Setiadi kepada awak media usai menghadiri sidang putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Namun, Setiadi enggan menjabarkan lebih lanjut alasannya sedih atas putusan ini. Saat ditanya apakah merasa putusan tersebut tidak adil, Setiadi juga enggan menjawab dengan lugas. “Saya enggak ngomong begitu loh ya, yang jelas sedih saja,” ulasnya tampak kecewa.

Dalam uji materi ini, pegawai KPK menilai pembentukan hak angket itu tak sesuai dengan Pasal 79 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

Para Pemohon menganggap KPK bukan termasuk unsur eksekutif sehingga tidak dapat dijadikan sebagai objek pelaksana hak angket oleh DPR.

Namun dalam pertimbangannya, MK menyatakan, bahwa KPK adalah lembaga penunjang yang dibentuk berdasarkan UU. Dengan demikian, KPK adalah lembaga eksekutif.

“KPK merupakan lembaga di ranah eksekutif yang melaksanakan fungsi eksekutif yakni penyidikan dan penuntutan,” kata Arief.

Dalam putusan ini, ada empat hakim yang menyatakan disssenting opinion atau perbedaan pendapat. Mereka adalah Maria Farida Indrati, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra, dan Suhartoyo. (***)

Sumber: Kompas.com

Comments

comments