Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Januari 28, 2020
Halaman Home » Peristiwa » Hidup Sebatang Kara, Gubuk Nenek Usia 100 Tahun Roboh Diterpa Angin
  • Follow Us!

Hidup Sebatang Kara, Gubuk Nenek Usia 100 Tahun Roboh Diterpa Angin 

“Nenek Rajemah Hidup Sebatang Kara Disebuah Gubuk Diatas Tanah Milik Orang Lain”

BERITA BANYUWANGI – Rumah nenek Rajemah (100) roboh akibat angin dan hujan sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (1/2/2018) pagi kemarin. Janda renta itu hidup sebatang kara di Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Nenek Rajemah yang diketahui tidak memiliki anak dan saudara ini hidup sendiri dirumah gubuk diatas tanah milik orang lain. Beruntung, saat rumahnya yang terbuat dari bambu dan kayu bekas yang sudah lapuk itu roboh, sang nenek tidak berada di dalam rumah.

“Robohnya itu, karena hujan dan angin ditambah kondisi bangunannya juga sudah sangat memprihatinkan. Semua sudah lapuk,” terang Bibit salah satu warga sekitar ketika disambangi Beritaekspres.com, Jumat (2/2/2018).

Nenek Rajemah sendiri kata Bibit, tidak memiliki anak ataupun saudara. Dari dulu sang nenek memang tinggal seorang diri. “Untuk makan juga nenek nyari sendiri, kadang juga ada tetangga yang suka ngasih. Lokasi lahan rumahnya itu juga numpang perkarangan orang lain,” tandasnya.      

Sementara itu, Anggota Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Hartadi saat dikonfirmasi Beritaekspres.com, menjelaskan, bahwa rumah bambu yang di tempati nenek Rajemah itu diatas tanah milik Amir warga Tempursari. Sebelumnya, Nenek Rajemah juga sering berpindah-pindah tempat untuk berteduh.

“Melihat nenek Rajemah sering pindah – pindah tempat untuk berteduh, maka warga Dusun Tempursari membuatkan gubuk sederhana itu diatas tanah milik pak Amir warga Tempursari,” ungkapnya singkat.

Terpisah, Kepala Desa Sembulung, Suhantoko, membenarkan bahwa gubuk Rajemah didirikan bukan ditanah sendiri melainkan milik orang lain warga Tempursari. “Rumah nenek Rajemah didirikan secara swadaya dan bukan ditanahnya sendiri, maka tidak bisa diajukan ke program bedah rumah,” jelasnya.

Nantinya tambahnya, kita akan segera mendirikan lagi rumah Nenek Rejemah dengan cara swadaya. “Karena memang bukan tanah miliknya. Jadinya ngak bisa masuk program bedah rumah, maka nanti kita akan dirikan secara swadaya lagi,” pungkasnya. (Rony)

Biro Banyuwangi

Comments

comments