Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juli 21, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » Ketua MUI, KH. Ma’aruf Amin Tak Persoalkan Pidato Kapolri
  • Follow Us!

Ketua MUI, KH. Ma’aruf Amin Tak Persoalkan Pidato Kapolri 

BERITA BEKASI – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin tak permasalahkan video sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang sempat menjadi viral di media sosial. Saat itu Tito memberikan sambutan dinilai telah menyinggung Ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.

“Saya kira begini, saya sudah coba tabayun, saya coba kroscek. Bertemu dengan beliau (Kapolri) sebenarnya apa sih yang diucapkan dan kapan dan konteksnya bagaimana,” terang Ma’aruf di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Ternyata sambungnya, beliau menyampaikan itu di tempat saya, di Pesantren saya, di Pesantren Tanara, Banten dalam rangka pertemuan ulama dan dalam rangka MoU dengan NU di Pesantren saya,” tambahnya. 

Menurut Ma’aruf, pidato mantan Kapolda Metro Jaya itu terkait isu peran ulama dalam mengawal keutuhan dan persatuan bangsa. 

“Jadi yang dimaksud Kapolri setelah saya ingat-ingat, ternyata konteksnya itu dalam rangka menghadapi radikalisme, isu-isu khilafah dan juga peran nasional yang pada waktu itu agak kenceng, tahun lalu itu. Awal 2017,” ungkapnya.

Jadi maksudnya, benar-benar keras dan tegas melawan kelompok-kelompok itu NU dan Muhammadiyah. Jadi merasa bahwa NU dan Muhammadiyah lah yang konsisten terus dalam bela Pancasila dan negara, tanpa bermaksud menampikkan ormas-ormas yang lain.

Sehingga kata Ma’aruf, yang disebut kelompok radikal itu bukanlah NU maupun Muhammadiyah. Selain itu, tambah Ma’aruf, Polri menyebutkan NU dan Muhammadiyah benar-benar sejalan dan mendukung pemerintahan.

“Dan kalau memang begitu, tidak masalah. Pak Tengku juga sudah paham, sudah bisa diklarifikasi,” pungkasnya. (Yon)

Comments

comments