Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, November 13, 2019
Halaman Home » Parlementaria » Soal LGBT, Tifatul Sembiring: Tak Perlu Diatur Dalam UU Khusus
  • Follow Us!

Soal LGBT, Tifatul Sembiring: Tak Perlu Diatur Dalam UU Khusus 

“Tak Mungkin, Bayi Lahir Langsung Memiliki Kencenderungan Homoseksual”

BERITA JAKARTA – Prilaku seks menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) tak perlu dibuatkan UU khusus.

LGBT sudah cukup dimasukkan dalam RKUHP yang kini sedang dirumuskan Komisi III DPR-RI. Dengan mencatumkannya dalam KUHP nanti, prilaku ini bisa dibendung lewat pemidanaan.

Seperti diketahui, isu persoalan LGBT jadi keresahan masyarakat Indonesia. Ini perlu diantisipasi dengan penegakkan hukum.

“Saya kira tidal perlu ada UU khusus yang mengatur itu. Cukup kita masukkan saja ke dalam satu atau dua pasal di RKUHP,” demikian penegasan anggota Komisi III DPR-RI, Tifatul Sembiring, Senin (29/1/2018) di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta.

Menurut politisi PKS ini, kelainan pada kasus LGBT bukanlah given atau bawaan kelainan sejak lahir. Kelainan ini mungkin disebabkan salah pergaulan dan pengasuhan.

Tidak mungkin, katanya, bayi yang lahir langsung memiliki kencenderungan homoseksual atau lesbian. Kelainan ini bisa direhabilitasi seperti pecandu narkoba.

Masalah LGBT tambahnya, jadi keresahan nasional. Harus ada antisipasi agar LGBT tak berkembang menjadi penyimpangan serius. Masyarakat yang terindikasi LGBT harus direhabilitasi seperti pecandu narkoba.

“Perlu perangkat hukum yang kita buat untuk mencegah. Jadi tidak cukup hanya imbauan. Tidak ada satu agama dan budaya pun di Indonesia yang bisa menerima kehadiran LGBT,” pandang Tifatul lagi. (MH/SC)

Comments

comments