Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, April 26, 2018
Halaman Home » Bekasi Kota » Ketua Forwara Bekasi Sesalkan Prilaku Oknum Wartawan Peras Kades
  • Follow Us!

Ketua Forwara Bekasi Sesalkan Prilaku Oknum Wartawan Peras Kades 

BERITA BEKASI – Ketua Forum Wartawan Pemantau Peradilan (Forwara) Bekasi, Agus Budiono, menyesalkan kabar adanya 3 oknum wartawan BP, MG dan TA berdomisili di Bekasi yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa (Kades) Margalaksana, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (12/1/2018).

“Kejadian ini jelas memalukan dan merusak citra profesi wartawan. Jika memang terbukti, silahkan diproses secara hukum sesui dengan perbuatannya,” tegas Agus kepada Beritaekspres.com, Sabtu (13/1/2018).

Prilaku pemerasan sambung Agus, bukanlah bagian dari nafas seorang jurnalist, tapi merupakan perbuatan kriminal dan tercela. “Jelas diluar etika jurnalistik dan melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pokok pers,” katanya.

Oleh karena itu lanjut Agus, dirinya pribadi mengapresiasi penangkapan yang dilakukan Polres Garut terhadap ke-3 nya. Begitu juga dengan langkah yang diambil Kades Margalaksana, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang melaporkan aksi pemerasan itu.

“Kalau ada oknum – oknum yang mengaku wartawan yang masih melakukan pemerasan atau aksi kriminal seperti itu baiknya dilaporkan agar bisa diproses secara hukum,” pungkasnya.           

Menurut keterangan Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menerangkan, kejadian bermula, Selasa (9/11/2018) pukul 11.00 WIB, ketiga tersangka mendatangi Kantor Desa Margalaksana Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut dan menemui Wawan Bin Suwita selaku Kepala Desa.

Ketiga tersangka sambungnya, mengaku bahwa dirinya dan dua orang tersangka lainnya dari Media Sidik Jakarta yang ditugaskan Kementrian Desa untuk melakukan pengecekan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2016.

“Kemudian ketiga tersangka menjelaskan bahwa untuk Desa Margalaksana telah terjadi penyelewengan Anggaran ADD Tahun 2016,” katanya.

Lalu tersangka BP, meminta uang sebesar Rp10 juta kepada korban dengan maksud untuk menutup laporan Desa Margalaksana yang ada di Kementrian Desa. Karena merasa terancam, Kepala Desa Margalaksana menghubungi pihak Kepolisian dan rekan kepala desa lainnya.

“Akhirnya ketiga oknum wartawan itu disergap di Kampung Panggilingan, Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu,” ungkapnya.

Sebelumnya kata AKBP Budi Satria, Kepala Desa sempat menjebak tersangka dengan menyerahkan uang Rp1 Juta dan terakhir Rp4 Juta.

Saat ini tambahnya, barang bukti uang tunai sebesar Rp5 Juta, 1 unit mobil Daihatsu Ayla Nopol B 1462 FO, satu unit Handphone, berikut identitas lainnya kini diamankan Kepolisian Resort Garut.

“Atas dugaan tindak pidana pemerasan, ancaman dan penipuan tersebut, pelaku bisa dijerat dengan pasal 368, 369 dan 378, dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara,” pungkasnya. (CR-4)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments