Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Juli 17, 2018
Halaman Home » Megapolitan » Tolak Penggusuran, Warga Jalan Kirai Cipete Utara Unjuk Rasa
  • Follow Us!

Tolak Penggusuran, Warga Jalan Kirai Cipete Utara Unjuk Rasa 

BERITA JAKARTA – Warga Jalan Kirai mendatangi bekas Kantor Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018). Warga yang sudah berkumpul sejak pagi menyampaikan tuntutan menolak penggusuran rumah mereka. 

Kepada Beritaekspres.com, salah seorang warga Jalan Kirai, RT13/RW01, Kelurahan Cipete Utara, Arief Nurharyadi, mengatakan, pengembang berupaya menggusur mereka berdasarkan pengakuan kepemilikan SHM M10 dan M11. Namun, secara hukum telah dibatalkan Menteri BPN tertanggal 14 Oktober 1999 silam.

“Tapi, ketika kami mau mengurus lahan menjadi sertifikat, selalu dipersulit oknum-oknum di BPN Pusat. Untuk itu, hari ini kami mengaspirasikan persoalan ini di lokasi lahan,” terangnya, Kamis (11/1/2018).

Dan kami sambungnya, yakin bapak dan segenap aparat akan membantu kami sehingga kebenaran menjadi kenyataan dan dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, pengacara warga, Lifa Malahanum Ibrahim, mengatakan, lebih dari 700 kepala keluarga terancam penggusuran. Padahal, warga sudah tinggal lebih dari 50 tahun dilingkungan itu.

Parahnya, uang ganti rugi sangat jauh dibawah harga tanah saat ini. “Tanah – tanah mereka yang lokasinya di pinggir jalan hanya dihargai sekitar Rp2 juta-3 juta per meter,” katanya.

Selama ini, warga juga kerap diintimidasi pihak pengembang. “Intimidasi sudah ada sejak November 2017. Warga mendapat ancaman, jika rumahnya tidak dijual akan dibongkar,” ujarnya. 

Sebenarnya lanjut Lifa, sudah ada keputusan dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait sengketa tanah ini.

“Tanah addendum 5157 yang diakui pemilik bernama Miung, dinyatakan tidak sah oleh PN Jakarta Pusat pada tahun 1976. Tanah tersebut kemudian diklaim pihak pengembang,” jelasnya.

Pihak pengembang tambahnya, mengklaim memiliki hak atas lahan seluas 5,6 hektare terdiri dari dua sertifikat, yaitu M10 dan M11 yang mencakup 3 wilayah RW yaitu RW1, RW4 dan RW8,” pungkasnya. (Yon)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments