Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Maret 21, 2019
Halaman Home » Berita Lain » Kenalkan Kuliner Tradisional Melalui ‘Komukino Fest 2017’
  • Follow Us!

Kenalkan Kuliner Tradisional Melalui ‘Komukino Fest 2017’ 

BERITA SEMARANGMahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang baru-baru ini menggelar Festival Komukino Fest 2017, yakni festival kuliner tradisional yang diinovasi menjadi kuliner modern.

Kegiatan yang berlangsung di dua tempat, di Jalan Kepodang dan Gedung Monod Diephuis tersebut bertujuan untuk mengenalkan generasi sekarang akan ragam kuliner tradisional yang sering dianggap tidak menarik untuk dinikmati.

Ketua Panitia Penyelenggara Komukino Fest 2017, Aji Yusup menyampaikan, pihaknya sengaja menyajikan sejumlah kuliner tradisional yang sudah jarang ditemukan supaya masyarakat yang belum mengenal makanan tersebut bisa menikmati originalitas kuliner asli Jawa Tengah.

Untuk menarik perhatian masyarakat, pada festival kuliner tersebut berbagai makanan tradisional dibuat lebih menarik, seperti sego pager khas Kabupaten Purwodadi, dan jadah khas Kabupaten Rembang yang disajikan dengan tampilan sushi layaknya kuliner Jepang. Selain itu ada juga sego glewo khas Kota Semarang, dan clorot khas Kabupaten Purworejo.

“Tak kurang dari 42 kuliner mewakili 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah kita hadirkan dalam festival Komukino yang tahun ini memasuki usia ke 6,” kata Aji.

Pada kesempatan itu masyarakat tidak hanya dimanjakan dengan keberadaan kuliner saja, namun juga diajak mengunjungi tiga kampung yang merepresentasikan kearifan lokal.

Menurutnya, pengunjung juga dapat mencoba membuat batik di Kampung Batik, melihat proses pembuatan jamu di kampung jamu, serta bermain di Kampung Dolanan yang memfasilitasi pengunjung dengan ragam mainan tempo dulu seperti engklek, enggrang, bakiak dan lainnya.

“Ini adalah bentuk implementasi kerja nyata dari tiga mata kuliah, yakni Komunikasi Pemasaran, Management Acara, serta Internal dan Eksternal Public Relation, program studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang dalam hal pengenalan, pembelajaran, serta bentuk kepedulian kami akan eksistensi kebudayaan di Indonesia khususnya Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dengan digelarnya Festival Komukino yang ke-6 itu diharapkan tak hanya membawa angin segar bagi perkembangan lini seni dan kebudayaan di Jawa Tengah, tetapi juga bisa menjadi triger bagi anak muda untuk memulai memberikan tempat terhadap seni dan kebudayaan Indonesia di hati mereka. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments