Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 5, 2019
Halaman Home » Nasional » Komentar Fahri Hamzah Soal Pemeriksaan MKD Terhadap Setnov
  • Follow Us!

Komentar Fahri Hamzah Soal Pemeriksaan MKD Terhadap Setnov 

BERITA JAKARTA – Terkait kasus hukum yang tengah membelit Ketua DPR-RI, Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengunjungi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memeriksa, Setya Novanto.

Menanggapi kunjungan MKD tersebut, Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah mengharapkan pertemuan itu akan bermakna untuk mengetahui pandangan dari Novanto tentang apa yang dihadapinya saat ini. “Dan MKD juga perlu mendalami soal-soal lain,” terang Fahri dalam pesan suara yang diterima wartawan, Kamis (30/11/2017).

Sebab, menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, apapun MKD adalah lembaga yang melihat persoalan tidak saja dalam perspektif hukum yang belum selesai, tapi juga perspektif etika. “Misalnya apakah Setya Novanto mendapatkan tekanan-tekanan dan negosiasi oleh elite politik atau penegakan hukum tertentu. Sebaiknya itu didalami juga,” ujar Fahri.

Sebab, tambah Wakil Ketua DPR bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu, kasus Novanto itu kental aroma politiknya. “Kalau hukumnya, sekali lagi saya melihat tidak terlalu kuat karena konstruksinya lemah dan sudah terbukti dibebaskan oleh Praperadilan lalu. Dan kemungkinan akan bebas di Praperadilan yang akan datang,” katanya lagi.

Oleh karena itu, Fahri berharap dari hasil pemeriksaan MKD terhadap Novanto di Gedung KPK itu, mampu mengungkap nuansa politik dibalik penetapan Novanto oleh KPK dalam kasus e-KTP tersebut. “MKD dalam hal ini harus mengungkap motif politik dibalik kasus ini, meskipun mereka adalah lembaga peradilan etik,” ungkap lagi.

MKD, tambah Fahri, dapat menemukan hal-hal yang sifatnya bukan hukum yang kemudian temuan-temuan itu bisa dijadikan kesimpulan lebih lanjut bagaimana dalam perspektif menjaga kehormatan DPR.

“Temuan MKD itu menjadi pertimbangan dalam kita mengambil keputusan ke depan, setelah kemudian MKD membuat kesimpulan tentang temuan yang ada, untuk kemudian diambil keputusan bersama tentang apa yang terjadi,” pungkasnya. (mp/oss)

Comments

comments