Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Agustus 26, 2019
Halaman Home » Megapolitan » Kapolri Sebut Rencana Reuni Aksi “212” Bermuatan Politis
  • Follow Us!

Kapolri Sebut Rencana Reuni Aksi “212” Bermuatan Politis 

BERITA JAKARTAKapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan bahwa rencana aksi reuni “212” yang akan digelar pada Sabtu (2/12/2017) akan berjalan aman. Kapolri masih berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya (PMJ) agar aksi damai tersebut terpusat di Masjid Istiqlal, Jakarta.

“Saya nanti akan tanyakan ke Kapolda. Lebih Bagus kegiatannya itu di Istiqlal saja,” kata Tito kepada awak media, Kamis (30/11/2017).

Namun sambung Tito, dirinya meyakini bahwa massa yang akan melakukan aksi damai 212 itu tidak akan sebanyak tahun lalu. Pasalnya, pada 2016 ada tendensi kepentingan politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

“Yang jelas tidak akan seperti dulu (jumlahnya). Kalau dulu kan kebanyakan kepentingan politik. Jelas sekali kan dulu arahnya ke mana, itu kan arahnya ke Gubernur yang lama, kan itu politik tinggi sekali,” ungkap Tito.

Namun Tito tetap meyakini bahwa aksi reuni “212” 2017 arahnya juga cenderung politik jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 dan pemilihan umum (Pemilu) 2019. “Ini juga tidak akan jauh-jauh dari politik, juga politik 2018. Ini pastinya ke arah politik 2018-2019,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya akan mempusatkan dan siap mengamankan massa aksi reuni “212” di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017) mendatang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, Polda Metro Jaya dibantu Pangdam Jaya akan mengamankan aksi reuni 212. Bahkan anggota Brimob dari sejumlah Provinsi didatangkan ke Jakarta untuk membantu pengamanan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyatakan aksi reuni 212 akan berlangsung damai, aman dan tertib seperti aksi serupa pada 2 Desember 2016 sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dia mengatakan aksi akan diikuti sekitar 1 juta dan bertujuan menyampaikan tuntutan kepada pihak berwenang agar tidak mengkriminalisasi ulama maupun tokoh agama seperti Rizieq Syihab dan memroses hukum terhadap pelaku penghina agama. (CR-7)

Sumber: Beritasatu.com

Comments

comments