Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, November 24, 2017
Halaman Home » Kriminal » Penganiayaan Wartawan Okezone di Papua Harus Ditindak Tegas
  • Follow Us!

Penganiayaan Wartawan Okezone di Papua Harus Ditindak Tegas 

BERITA PAPUAAksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini menimpa jurnalis senior Saldi Hermanto dari kantor berita Okezone.com yang bertugas di Papua. Saldi menjadi korban penganiayaan oknum anggota Polres Mimika pada, Sabtu (11/11/2017) sekira pukul 22.50 WIT malam.

Peristiwa itu berawal saat dirinya mengunggah status di akun media sosial Facebook karena kecewa terhadap polisi yang bertindak sesuka hati ketika membubarkan perselisihan antarwarga.

“Mereka tersinggung karena posting-an FB saya, dan saya emosi juga saat penanganan kericuhan di pasar malam di mana ada perkelahian pemuda dan situasi gaduh. Setelah sudah kondusif tiba-tiba Kepolisian datang langsung mengejar dan membabi buta melepas tembakan berulang kali, sehingga masyarakat panik berlarian dan anak saya jatuh serta terinjak,” terang Saldi.

Setelah meunggah kalimat ‘Petugas keamanan bukannya mengamankan malah membuat situasi menjadi ricuh’, Saldi yang sedang berkumpul di depan Satlantas langsung dijemput paksa oleh oknum polisi ke pos terpadu. Setidaknya 6–8 oknum polisi menganiayanya selama 15 menit.

Setelah dianiaya di sana, Saldi dibawa ke Mapolres Mimika, lalu kembali dianiaya oleh seorang oknum Brimob dan diancam akan dilaporkan karena unggahan status FB itu. Kemudian Saldi memutuskannya melapor ke Polres setempat untuk ditindaklanjuti.

Markas Besar Polri, melalui Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, menyayangkan insiden pemukulan wartawan Okezone Saldi Hermanto. Ia mengatakan, Saldi diketahui sebagai wartawan senior dan sudah cukup dikenal di Papua.

Setyo pun mengkritik langkah oknum anggota Polres Mimika yang main hakim sendiri hingga Saldi mengalami luka. “Saldi kan sudah dikenal juga, termasuk wartawan senior. Masak tidak kenal sama wartawan? Wartawan kan mitra kita juga,” ucapnya.

Oknum anggota Polres Mimika yang diduga melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap wartawan Okezone telah diperiksa di Bareskrim Polri. “Tujuh orang yang diduga melakukan pemukulan diperiksa Bareskrim,” kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2017)

Setyo menuturkan, tujuh oknum polisi terduga pelaku pemukulan itu berasal dari Satuan Sabhara Polres Mimika. Kini kasus tersebut masih ditangani aparat setempat. “Sudah ditangani Polres Mimika. Sudah diperiksa tujuh orang Sabhara itu,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea Hynan Poeloengan mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, ada sembilan oknum polisi yang diduga terlibat pengeroyokan yakni Bripka Y, Brigadir SB, Bripda M, Bripda S, Bripda MR, Bripda DS, Bripda EB, Bripda IG, dan Bripda AS.

Menurut Andrea, peristiwa tersebut sudah masuk kategori pidana dan harus ditindak tegas meskipun oknum yang melakukan penganiayaan adalah anggota polisi. “Ini sudah pidana, sehingga jangan ada keraguan lagi untuk menindak dan memprosesnya secara pidana. Biarkan, urusan pelanggaran disiplin dan kode etik Polri belakangan sesudah diputus pidanannya,” pungkasnya. (***)

Sumber: Okezone

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments