Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Desember 9, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Alasan Produksi Menurun PT. Beesco Indonesia PHK 700 Pekerja
  • Follow Us!

Alasan Produksi Menurun PT. Beesco Indonesia PHK 700 Pekerja 

BERITA BEKASI – Dengan alasan order produksi menurun dan demi menyelamatkan perusahaan. Manajemen PT. Beesco Indonesia melakukan efisiensi dengan melakukan PHK sebanyak 700 buruh yang harus di hilangkan mata pencahariaannya (PHK). Efisiensi atau PHK dilakukan mulai bulan Oktober – November 2017 yang sekarang sudah mulai di jalankan.

Kebijakan ini resmi di sampaikan Manajemen pada Tanggal 10 Oktober 2017 dalam pertemuan antara PTP.SBGTS-GSBI PT.Beesco Indonesia, PUK SPTSK SPSI PT.Beesco Indonesia dan Serikat Pekerja Mandiri PT. Beesco Indonesia dengan Jajaran Managemen PT.Beesco Indonesia.

Dalam pertemuan itu, pihak perusahaan menyampaikan bahwa order produksi menurun dan demi menyelamatkan perusahaan terpaksa harus mengurangi dan melakukan efisiensi Tenaga kerja sebanyak 700 buruh di PT. Beesco Indonesia yang harus di hilangkan mata pencahariaannya.

Menanggapi kebijakan perusahaan tersebut, SBGTS GSBI PT Beesco Indonesia salah satu serikat buruh independen dan militan di PT. Beesco Indonesia melalui release dan surat resmi yang di kirimkan ke Presiden Diretur PT. Beesco Indonesia dengan tegas menolak kebijakan efesiensi PHK tersebut.

“Kami SBGTS GSBI PT Beesco Indonesia dengan tegas menolak tindakan efesiensi yang di lakukan pihak manajemen PT. Beesco Indonesia Karawang kepada 700 buruh dengan alasan habis Kontrak dan order menurut demi menyelamatkan perusahaan,” terang Ketua SBGTS GSBI PT Beesco Indonesia, Emus Mulyadi, Selasa (31/10/2017).

Menurutnya, apa yang sudah disampaikan pihak perusahaan serta saat ini sudah mulai di jalankannya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap buruh PT. Beesco Indonesia, ini sangatlah merugikan buruh yang selama ini telah bekerja loyal terhadap perusahaan dan sangat di sayangkan bahwa PT. Beesco Indonesia patut diduga telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“PHK tanpa melakukan terlebih dahulu tahapan tahapan sebelum melakukan PHK seperti mengurangi jam kerja lembur, mengurangi upah para Manager dan lain-lainya sebagaimana ketentuan dalam Undang Undang Ketenagakerjaan,” katanya.

Lebih lanjut Emus Mulyadi menjelaskan, SBGTS-GSBI PT. Beesco Indonesia menuntut pihak Perusahaan untuk segera menghentikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Buruh PT. Beesco Indonesia yang sekarang sudah mulai dijalankan.

Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali kami alami, perusahaan PT. Beesco Indonesia setiap Tahunnya seringkali melakukan hal yang serupa, mengurangi buruh buruhnya (PHK) dengan berbagai alasan salah satunya order munurun.

“Habis kontrak dan lain-lain di setiap ada kenaikan upah. Namun membuka lowongan kerja lagi setelah tiga bulan mengurangi buruh-buruhnya,” pungkas Emus. (CR-) 

Comments

comments