Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Agustus 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » AGRA Kecam Aksi Kekerasan Aparat Kepolisian Resort Banyumas 
  • Follow Us!

AGRA Kecam Aksi Kekerasan Aparat Kepolisian Resort Banyumas  

BERITA BANYUMAS – Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (PP-AGRA) mengecam keras tindakan brutal aparat Kepolisian Resort Banyumas yang melakukan pembubaran, pemukulan dan penangkapan terhadap peserta aksi  damai masyarakat yang tergabung dalam aliansi selamatkan Slamet di Kantor Bupati Banyumas untuk menuntut dihentikanya aktifitas tambang Geothermal PT. Sejahtera Alam Energy (SAE) yang merugikan masyarakat.

Aksi damai itu dimulai sejak Senin (9/10/2017) pagi pukul 08.00 WIB di Kantor Bupati. Dalam aksi itu, peserta memutuskan untuk menginap agar dapat bertemu dengan Bupati. Namun, pada pukul 22.00 WIB aparat Kepolisian dari Polres Banyumas membubarkan secara paksa yang disertai tindakkan kekerasan dan penangkapan.

Sejauh ini, data yang terhimpun setidaknya 24 orang ditangkap dan mengalami aksi kekerasan. 28 orang lainya mendapat penganiayaan. Aparat Kepolisian juga melakukan perusakan dan memecahkan kaca mobil sound system, merusak motor milik peserta aksi dan merampas 2 hand phone.

Selain peserta aksi tindakan penganiayaan juga dialami oleh wartawan oleh pihak aparat Kepolisian juga melakukan perampasan beberapa camera dan menghapus seluruh dokumentasi yang meliput pembubaran, penangkapan dan tindakan kekerasan oleh aparat Kepolisian.

Pimpinan Pusat AGRA, Rahmat Ajiguna, memberikan dukungan penuh dan menyampaikan apresiasi atas militansi dan kegigihan dalam berjuang untuk menuntut penghentian aktifitas PT. SAE karena telah merugikan masyarakat.

“Kami mengecam keras tindakan aparat Kepolisian yang melakukan pembubaran, penganiayaan dan penangkapan terhadap peserta aksi damai dan menuntut kepada Kapolres Banyumas untuk segera membebaskan seluruh peserta aksi yang ditahan tanpa syarat,” tegas Rahmat dalam rilisnya yang diterima Beritaekspres.com, Selasa (10/10/2017).

Kami kecewa sambungnya, dan menyayangkan sikap Bupati Banyumas yang tidak bersedia menemui dan menyerap aspirasi warganya sehingga aksi damai terpaksa diputuskan untuk menginap agar dapat bertemu dengan Bupati yang pada akhirnya terjadi pembubaran kekerasan dan penangkapan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian.

“Kami mengecam tindakan Bupati yang memilih lepas tanggungjawab dan menuntut kepada Bupati Banyumas mengambil tanggungjawab penuh, terhadap korban dan berbagai kerugian. kami menuntut kepada Bupati Banyumas mengambil keputusan untuk memenuhi tuntutan warganya,” jelas Rahmat.

Kami menuntut tambahnya, kepada Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) untuk mencabut surat keputusan yang Nomor 4577k/ 30/MEM/2015 agar aktifitas PT. Sejahtera Alam Energy dihentikan.

“Bersama ini pula Kami mengundang berbagai pihak untuk memberikan dukungan terhadap masyarakat yang tengah berjuang untuk menuntut dihentikanya aktifitas PT. SAE di Lereng Gunung Slamet dan memberikan tekanan kepada Kapolres Banyumas agar segera membebasakan peserta aksi yang ditangkap,” pungkasnya. (CR-3)

Comments

comments