Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, April 25, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » Ratusan Massa LSM GMBI Desak Tahan Ketua Organda Kota Bekasi
  • Follow Us!

Ratusan Massa LSM GMBI Desak Tahan Ketua Organda Kota Bekasi 

BERITA BEKASI – Ratusan massa LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, untuk mendesak aparat penegak hukum segera menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi, Hotman Fane, Rabu (20/9/2017).

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Investigasi LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago mengungkapkan, pada tahun 2016 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, Organda Kota Bekasi yang dipimpin Hotman Fane mendapatkan dana Hibah/Bansos sebesar Rp350 juta.     

“Dana Hibah Rp350 juta itu dicairkan dalam 3 tahap. Pertama Rp150 juta, Rp100 juta dan terakhir Rp100 juta. Dalam laporan yang kita duga fiktif itu disebutkan untuk pengadaan membeluer dan pembekalan para pengurus kelompok kerja DPC Organda Kota Bekasi,” terangnya.

Sebelumnya sambung Delvin, LSM GMBI istrik Kota Bekasi, sudah mengirimkan laporan ke Kejari Bekasi beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, pihak Kejari pun, sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk Ketua Organda Kota Bekasi, Hotman Fane yang diduga kuat paling bertanggung jawab dalam penyalahgunaan dana Hibah Pemerintah tersebut.

“Kita LSM GMBI dalam waktu sesingkat-singkatnya mendesak Kejari Bekasi untuk segera menetapkan status tersangka Hotman Fane dan segera melakukan penahanan. Kita ngak mau Kejari Bekasi tumpul dalam kasus ini dikarenakan adanya pengaruh kedekatan satu seragam dalam keluarga,” ungkapnya.

Kami LSM GMBI tambah Delvin, dalam kasus ini siap menjadi garda terdepan untuk mengawal perjalanan proses hukum yang bersangkutan dalam penyalahgunaan dana Hibah Ketua Organda Kota Bekasi.

“Kita akan terus kawal proses kasusnya. Jika ada keganjilan dalam prosesnya, tidak menutup kemungkinan kita akan kembali aksi bila perlu sampai ke Kejati Jawa Barat,” pungkasnya. (Edo)

Comments

comments