Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Februari 19, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » KPA Sebut Kaum Homo Sumbang 75 Persen AIDS di Brebes
  • Follow Us!

KPA Sebut Kaum Homo Sumbang 75 Persen AIDS di Brebes 

BERITA BREBES – Gaya hidup lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang tumbuh di Brebes Jawa Tengah, selain melanggar norma kesusilaan, juga rentan pada masalah kesehatan. 75 persen penyebab HIV/AIDS di Kabupaten Brebes berasal dari pergaulan lelaku sesama jenis.

“Salah satu penyebab utama HIV tahun ini karena hubungan gay atau hubungan homo seksual, kami menyebutnya LSL atau lelaki suka lelaki,” terang Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tohani, Senin (18/9/2017).

Berdasarkan data KPA Brebes, terjadi perubahan tren penyebab HIV/AIDS di Kota Bawang pada tahun 2017 ini. Hingga bulan September ini tercatat 109 penderita HIV, di mana 75 persennya adalah kaum gay.

Sisanya adalah ibu rumah tangga, petani, pekerja seks dan sebagainya. Padahal, tahun lalu penderita HIV didominasi oleh ibu rumah tangga dari suami yang beresiko.

“Meskipun dalam hal ini banyak suami dari penderita yang sering ‘jajan’ di luar. Tapi sekarang justru penderita yang jumlahnya banyak itu bukan ibu rumah tangga yang disebabkan suaminya jajan di luar,” ungkapnya.

Tingginya LSL sebagai penderita HIV tahun ini bisa jadi semakin besarnya komunitas tersebut. Berdasarkan data KPA, tercatat sejumlah 300 orang di Kabupaten Brebes sudah masuk dalam kelompok LSL.

“Karena kelompok mereka semakin besar, hal inilah yang menjadi pemicu hubungan sesama jenis yang tidak sehat. Sehingga penderita HIV banyak dari kalangan LSL,” katanya.

Menurut analisanya, Brebes bisa berpotensi sebagai penyandang penderita penyakit HIV/AIDS paling tinggi, mengingat faktor-faktor pemicunya sudah banyak. KPA sendiri sering memberikan penanggulangan penyakit AIDS dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan cara menempelkan stiker di setiap pintu kamar warung remang-remang, yang bertuliskan “Ingin Sehat dan Nikmat, Pakailah Kondom”.

Upaya pencegahan lain pun kerap dilakukan dengan mengajak seluruh SKPD melalui berbagai sosialisasi, penyuluhan, hingga pengobatan. Pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit.

“Sudah dengan berbagai cara. Tapi jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Kami pun sudah memberikan pengobatan untuk penderita dengan Dinkes dan rumah sakit,” tambahnya.

Selain penempelan stiker dan baliho kampanye penanggulangan AIDS, KPA dan semua lini, termasuk pihak puskesmas dan LSM juga sudah mengadakan program PE (Pre Education), di mana KPA sudah mengumpulkan semua germo untuk diberi penyuluhan. (Boy Rasta)

Biro Tegal

Comments

comments