Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Februari 18, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Ditreskrimsus Polda Jateng Ungkap Produksi Obat Palsu di Jepara
  • Follow Us!

Ditreskrimsus Polda Jateng Ungkap Produksi Obat Palsu di Jepara 

BERITA SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap produksi dan peredaran obat palsu di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Pelaku, Mohammad Nazarudin (38) yang memproduksi sendiri dan mengedarkan obat palsu secara online tersebut diketahui telah meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah selama melakukan aksi kejahatannya sejak tahun 2009.

Adapun jenis obat-obatan yang diproduksinya antara lain obat pelangsing wanita exitoc, exitoc green, obat perangsang yakni Blue wizard, liquid sex, chlorofom Potenzol, sleeping beauty, obat stamina pria yaitu forex Hermuno, Testo Ultra, dan Lhiforman Hammer of Thor.

Kasubdit I Industri, Perdagangan, dan Investasi, (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez mengungkapkan, jenis dan merek obat yang dipasarkan tersebut baik bahan maupun komposisi yang digunakannya adalah sama.

“Pelaku dalam mengoplos obat palsu cukup simple, yakni untuk obat perangsang wanita bahan bakunya cukup air mineral yang dimasukkan kedalam botol dan ditetesi dengan obat tetes mata,” ujarnya di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (18/9/2017).

Sementara itu, untuk obat pelangsing bahan dasarnya yakni dari serbuk kopi, kemudian dimasukkan ke dalam kapsul dan dikemas lalu diberi label. Sedangkan obat stamina pria (obat kuat) bahan bakunya dari serbuk purwoceng yang dimasukkan ke dalam kapsul dan dikemas dalam botol.

Diketahui, pelaku memproduksi obat-obat palsu tersebut di rumahnya yang dalam sehari bisa melakukan pengiriman hingga 30-60 pemesan yang diedarkan di seluruh wilayah Indonesia. “Bahkan pelaku tiap bulan bisa meraup Rp 60 jutaan,” ujarnya

Pelaku yang dalam memasarkan obat-obat palsu melalui online tersebut mengaku apabila ada pembeli yang complain, dirinya langsung mematikan handphonenya. Karena hampir semua pembeli selalu complain, lantaran setelah meminum obat-obatan tersebut tidak ada perubahan.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal berlapis yakni 197 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 62 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Hingga saat ini petugas masih terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments