Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Mei 27, 2019
Halaman Home » Hukum » KPK Yakin Menang Hadapi Gugatan Praperadilan Setya Novanto
  • Follow Us!

KPK Yakin Menang Hadapi Gugatan Praperadilan Setya Novanto 

BERITA JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini dapat memenangi gugatan Praperadilan yang diajukan Ketua DPR, Setya Novanto atas penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

Keyakinan itu didasari bukti-bukti yang dimiliki KPK terkait kasus dugaan korupsi megah proyek yang merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

“Tentu kami, KPK akan menghadapi Praperadilan ini. Kami yakin dengan bukti yang dimiliki,” terang Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/9/2017) kemarin.

Dikatakan Febri, sejauh ini lembaga antikorupsi telah memeriksa 108 saksi terkait kasus e-KTP yang terdiri dari anggota DPR atau mantan anggota DPR, pegawai dan pejabat Kementerian Dalam Negeri, advokat, notaris, unsur BUMN yang terkait dengan tender proyek dan sejumlah pihak swasta.

Pemeriksaan sambung Febri, ratusan saksi ini semakin memperkuat konstruksi kasus korupsi e-KTP. Apalagi, KPK juga telah mengantongi barang bukti lainnya saat menggeledah sejumlah lokasi.

“Dalam proses penyidikan ini, selama beberapa bulan kita lakukan penyidikan, cukup banyak saksi yang kita periksa, cukup banyak barang bukti baru yang didapat dari penggeledahan,” ungkapnya.

Secara hukum kami lanjut Febri sangat yakin bisa melewati ini dengan baik. Sehingga penanganan kasus e-KTP ini bisa dituntaskan. Jadi dari aspek hukum kami yakin bisa hadapi ini dengan maksimal.

Selain itu tambahnya, terdapat sejumlah fakta-fakta baru yang mencuat dalam persidangan dengan terdakwa pengusaha rekanan Kemendagri, Andi Agustinus alias Andi Narogong yang saat ini masih bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dikatakan Febri persidangan Andi Narogong ini semakin memperkuat konstruksi besar kasus e-KTP. Diketahui, dalam kasus e-KTP ini, KPK telah menjerat lima orang.

Dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto telah divonis Pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman 7 tahun dan 5 tahun penjara.

Sementara Andi Narogong sedang menjalani proses persidangan. Sedangkan Setya Novanto dan politikus Golkar Markus Nari masih dalam proses penyidikan.

“Jadi kalau dilihat dalam konstruksi yang lebih besar antara terdakwa Irman dan Sugiharto, Agustinus dan pemeriksaan saksi-saksi untuk dua tersangka SN (Setya Novanto) dan MN (Markus Nari) ini, maka konstruksi kasus e-KTP semakin kuat,” pungkasnya. (BR-1)

Comments

comments