Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 22, 2020
Halaman Home » Berita Lain » BNNP Jateng Perketat Pengawasan Peredaran Narkotika di Kota Kecil
  • Follow Us!

BNNP Jateng Perketat Pengawasan Peredaran Narkotika di Kota Kecil 

BERITA SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil mengamankan seorang pengedar narkotika jenis sabu di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Pelaku, YA alias Yayan Adrian (30) warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara tersebut mengedarkan narkotika jenis sabu dengan sasaran di daerah Jepara, Blora, Pati, dan Rembang.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo menyampaikan, pelaku ditangkap saat hendak mengambil kiriman paket sabu, tepatnya di bawah pohon palem dekat Masjid Walisongo, Pecangaan, Kabupaten Jepara pada hari Sabtu (19/8/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Pelaku diamankan tim gabungan BNNP Jawa Tengah dan Direktorat Penindakan dan Pengejaran RI saat hendak mengambil 2 paket sabu di bawah pohon palem,” ujar Tri Agus saat gelar perkara di kantor BNNP Jateng, Semarang, Rabu (23/8/2017).

Setelah dilakukan penangkapan, petugas kemudian menelusuri ke rumah YA dan di sana berhasil mengamankan sabu total seberat 100 gram. YA sendiri mengaku dirinya telah mengedarkan 110 gram sabu selama 2 bulan

Barang bukti yang berhasil disita petugas antara lain, 1 paket besar dan 6 paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto seluruhnya kurang lebih 100 gram,1 timbangan elektronik, dan 1 handphone.

“YA merupakan jaringan Demak yang mendapat barang dari Jakarta dan Aceh yang pengirimannya dilakukan melalui jalur laut. Namun untuk pengiriman via laut yang terbanyak adalah dari China,” jelas Tri Agus.

Tri Agus menyatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap kota-kota kecil di pinggiran Jawa Tengah seperti Jepara, Blora, Pati, Rembang, karena berdasar pengamatan peredaran narkotika di wilayah tersebut cukup besar.

 Kini YA harus mendekam ditahanan BNNP Jateng untuk proses penyidikan lebih lanjut. YA dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments