Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Oktober 18, 2017
Halaman Home » Kriminal » Kelompok Sindikat Pencuri Mobil Kanibal Dibekuk Polisi
  • Follow Us!

Kelompok Sindikat Pencuri Mobil Kanibal Dibekuk Polisi 

BERITA JAKARTA – Empat pelaku sindikat pencurian dan penjualan mobil dengan modus kanibal dibekuk petugas Polda Metro Jaya. Mobil kanibal yakni, mengawinkan surat-surat resmi mobil eks kecelakaan dengan hasil curian. Ke-empat pelaku itu, HFF (38), UTG (42), PPT (34), dan (37).

“Pelaku mengawinkan surat-surat resmi dengan nomor rangka dan nomor mesin pada mobil hasil kejahatan pencurian,” terang Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/8/2017).

Menurut Antonius, sindikat itu awalnya mengikuti lelang mobil bekas kecelakaan dari sebuah perusahaan asuransi dengan tingkat kerusakan mencapai 70 persen. Dari pembelian itu, mereka mendapatkan dokumen lengkap.

Setelah mendapatkan mobil rusak berikut dokumennya, sindikat tersebut mencuri kendaraan yang memiliki spesifikasi sama. Selanjutnya, para pelakuĀ  mengawinkan nomor rangka dan mesin pada mobil rusak ke mobil hasil kejahatan tersebut dengan cara dilas.

“Seumpama ordernya Innova warna hitam tahun 2012, eksekutor sindikat ini akan keliling mencari, setelah dapat diserahkan kepada kelompok ini,” tuturnya.

Dengan begitu, mobil hasil curian tersebut dapat dijual dengan harga normal karena telah memiliki dokumen lengkap hasil perkawinan. Keuntungan yang didapat sindikat ini cukup besar.

“Mereka hanya membeli mobil rusak dari lelang sekitar Rp15 juta. Selanjutnya membeli mobil hasil curian seharga Rp15 juta juga. Keuntungan yang mereka raup ratusan juta rupiah, karena mobil dijual dengan harga normal,” ujarnya.

Antonius mengungkapkan, para tersangka memiliki peran berbeda-beda. HFF berperan memperbaiki kunci kendaraan, UTG sebagai penadah, PPT bertugas memutus GPS kendaraan, dan SGT sebagai eksekutor.

“Kami masih memburu empat pelaku lain. Seorang di antaranya yakni, berinisial LF yang merupakan otak sindikat kejahatan ini,” ujarnya.

Menurut Antonius, LF bertugas membeli mobil rusak melalui sistem lelang sekaligus berperan mengganti nomor rangka dan mesin kendaraan.

Sedangkan tiga pelaku yang diburu yakni, S alias K, R, dan U. “Kami masih terus mengembangkan kasus ini,” pungkasnya. (Yon)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments