Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Agustus 24, 2017
Halaman Home » Bekasi Kota » Pasca Diambil Alih Pemprov Jabar Orang Tua Siswa di Bekasi Menjerit
  • Follow Us!

Pasca Diambil Alih Pemprov Jabar Orang Tua Siswa di Bekasi Menjerit 

BERITA BEKASI – Keluhan bukan hanya mahalnya biaya sekolah negeri SMA/SMK, orangtua siswa juga menyayangkan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tentang penambahan rombongan belajar (Rombel) di SMA Negeri 10 Kota Bekasi. Pasalnya siswa yang masuk pada penambahan rombel itu hingga kini terlantar.

“Beberapa orangtua siswa merasakan hal yang sama dengan saya, bahwa anak-anaknya terlantar dikelas terpisah dari gedung SMA Negeri 10, numpang dibangunan sekolah swasta yang sudah kolep,” ungkap Daus, salah satu perwakilan orangtua siswa, Selasa (8/8/2017).

Seharusnya sambung Daus, Pemprov Jabar tidak membuat kebijakan yang akhirnya menjadi siswa siswi diajaran tahun ini terlantar. Bahkan pihaknya, berencana akan menyampaikan masalah tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, termasuk DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Sejak diambil alih Pemprov Jabar, siswa SMA/SMK di Kota Bekasi tidak diperhatikan, belum lagi masalah pungutan SPP dan sumbangan awal tahun yang sangat memberatkan kami sebagai orangtua,” tandasnya bingung.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyebutkan biaya pendidikan sekolah negeri lebih mahal ketimbang sekolah swasta. Pasalnya, biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang dikutip tiap bulan sangat besar dan banyak dikeluhkan orang tua siswa SMA/SMK Negeri.

Mahalnya biaya SPP untuk siswa ini terjadi setelah kewenangan SMA/SMK Negeri diambil alih Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Padahal, sebelum diambil alih Disdik Provinsi Jawa Barat, biaya sekolah mulai Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi gratis.

”Sekarang ini sekolah negeri di Kota Bekasi mahal. Malah lebih murah sekolah di swasta,” terang Walikota Bekasi, Rahmat ketika dihubungi Beritaekspres.com, Selasa (8/8/2017).

Menurut Rahmat, semenjak diambil alih Disdik Jawa Barat banyak warga yang datang mengeluh karena dikutip biaya sebesar Rp200-300 ribu per bulan. Pengutipan biaya SPP pada orang tua siswa jenjang SMA/SMK merupakan kemunduran di dalam dunia pendidikan.

“Kami sanggup biayai pendidikan gratis hingga SMA/SMK, meskipun kami bangunnya secara bertahap, kami akan komunikasi dengan Gubernur,” pungkas Rahmat. (NDI)

Related posts:

Bagikan..Pin on PinterestShare on FacebookPrint this pageShare on StumbleUponTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someoneShare on RedditShare on Google+

Comments

comments