Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 24, 2020
Halaman Home » Kriminal » Polisi Jaksel Berhasil Bekuk Pelaku Modus Kartu ATM Tertelan
  • Follow Us!

Polisi Jaksel Berhasil Bekuk Pelaku Modus Kartu ATM Tertelan 

BERITA JAKARTA – Di depan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kawasan Alfamidi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, seorang perempuan terlihat panik dan kebingungan. Penyebabnya kartu ATM miliknya tertelan.

Tapi ia sedikit lega saat tak lama berselang, ada seorang pria di belakang antrian bertanya kepada perempuan berinisial F itu. Setelah diberitahu masalahnya, pria tersebut berusaha membantu. Namun bantuan rupanya sia-sia.

Merasa usahanya mengeluarkan kartu ATM gagal, perempuan (37 ) kemudian pulang kerumah Ia pun berencana melapor ke pihak bank akan peristiwa yang dialami.

Namun, belum sempat melapor, F dikagetkan dengan saldo tabungannya yang terkuras. Uang Rp12 juta yang disimpan ludes tak jelas ke mana rimbanya. “Baru mau saya blokir, saya dapat informasi dari SMS banking, kalau saldo saya berkurang,” ujar F dalam keterangannya.

Ia sempat dibuat panik oleh kejadian itu. Namun, usai sejenak berpikir tenang, barulah dia sadar jika telah menjadi korban kejahatan ketika hendak menarik uang di ATM. “Langsung aja saya lapor ke polisi,” ujarnya.

Polisi yang mendapat laporan, kemudian bergerak mencari pelaku. Pemeriksaan di CCTV dilokasi dilakukan. Titik terang akhirnya didapat. “Jadi berdasarkan CCTV, pelaku yang menguras tabungan korban ialah orang yang berpura-pura membantu ketika ATM korban tertelan,” ujar Wakapolres Jak-Sel AKBP Budi Sartono. 

Berdasarkan rekaman video, diketahui pelaku lebih dari dua orang. Kendati begitu, polisi cukup kesulitan menangkap pelaku. Dari waktu kejadian pada Februari lalu, baru Juli 2017 pelaku ditangkap. “Pelaku kami tangkap pada Kamis (20/7/2017) kemarin,” tutur Budi.

Pelaku bernama Hendriansyah (41) dan Robiansyah (43). Keduanya ditangkap di rumah kontrakan di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dari pengakuan tersangka, kartu ATM korban tak kunjung keluar setelah masuk, karena diganjal. Bermodal satu buah tusuk gigi, aksi kejahatan dilancarkan. “Jadi tusuk giginya dimasukkan ke dalam lubang tempat memasukkan kartu ATM, buat pengganjal,” jelasnya.

Secara otomatis, orang-orang yang hendak menggunakan ATM tersebut kartunya bakal tersangkut saat dimasukkan. Ketika korban bingung dengan kejadian itu, salah satu pelaku kemudian menghampiri dan berpura-pura membantu. “Sekalian disuruh korban coba masukin nomor PIN, sambil dilihat oleh pelaku dan dihafalkan,” tutur Budi.

Setelah korban pergi, barulah kedua tersangka berusaha mengeluarkan kartu ATM yang tersendat tadi. Caranya dengan menggergaji besi tusuk gigi. Seusai kartu didapat, para pelaku bergegas pindah ke ATM lain guna menguras uang yang ada di dalamnya.

Mauresmo Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Falva Yoga, menjelaskan pelaku mengaku baru tiga kali menjalankan aksinya. “Pernah melakukan kejahatan serupa di Tebet, dan Kebayoran Baru. Tapi kami tidak percaya begitu saja, makanya masih kita dalami terus,” ujarnya.

Pelaku mengincar ATM yang sepi, pada jam-jam yang juga tak banyak orang mengantri. Tersangka juga memilih korban berjenis kelamin perempuan karena lebih mudah diperdaya. “Karena kalau korban perempuan itu cenderung mudah panik,” kata Falva.

Pelaku mendapat ide melakukan kejahatan jenis ini, karena diajari rekan sesama penjahat. Penyidik hingga kini masih memburu rekan pelaku berjumlah satu orang. “Pengakuan tersangka, uang hasil kejahatan habis dipakai untuk keperluan sehari-hari,” ungkapnya.

Dengan peristiwa ini, polisi meminta pengguna ATM lebih berhati-hati. Karena berdasarkan pengakuan tersangka, secara kasat mata tusuk gigi yang dipakai untuk mengganjal mesin, teramat sulit diketahui. Agar tak menjadi korban, masyarakat diminta segera melapor ke pihak terkait apabila mengalami peristiwa serupa.

“Karena itu, imbauan saya, agar masyarakat segera mengabari pihak bank dan meminta pemblokiran kartu ATM segera, ketika kartu ATM-nya tersangkut atau tertelan,” pungkasnys. (Yon)

Comments

comments