Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Januari 20, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Ada Tim “Urai Macan” Saat Apel Ramadniya 2017
  • Follow Us!

Ada Tim “Urai Macan” Saat Apel Ramadniya 2017 

BERITA BANYUWANGI – Polres Banyuwangi membentuk Tim Pengurai Kemacetan dan Pembasmi Kejahatan selama Lebaran Idul Fitri 1438 H. Tim ini secara resmi diperkenalkan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya di areal parkir Pelabuhan ASDP Ketapang, Senin (19/6/2017) kemarin sore.

Tugas Tim Pengurai Kemacetan (Urai Macan) adalah terjun menuju lokasi krodit dengan mengendarai roda dua. Petugas ini nantinya, sengaja difasilitasi sepeda motor, karena lebih efektif untuk menembus macet, sehingga lebih cepat mengantipasi akibat yang ditimbulkan.

“Dimana ada macet mereka kita terjunkan untuk membantu mengurai. Salah satunya akan dikonsentrasikan di sekitaran Pelabuhan Ketapang yang pada arus balik nanti diprediksi akan timbul antrian kendaraan. Tim ini akan bertugas selama 24 jam,” terang Kapolres AKBP Agus Yulianto kepada Beritaekspres.com, Selasa (20/6/2017).

Untuk petugas sambung Kapolres, Tim Pembasmi Kejahatan beda lagi. Aparat yang tergabung dalam tim ini dipersenjatai. Mereka sebagian ditempatkan di beberapa titik rawan kejahatan untuk menjadi sniper. Sebagian lagi diperintahkan untuk melakukan patroli untuk memberi rasa aman dan nyaman masyarakat yang meninggalkan rumah untuk silaturahmi selama Lebaran Idul Fitri.

Kehadiran dua tim ini menjadi satu dengan 900 personil gabungan Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, ASDP, Pramuka, Senkom, Dinkes serta sejumlah unsur lain yang tergabung dalam Operasi Ramadniya 2017. Personil gabungan tersebut akan bertugas di 18 Pos Pengamanan dan Wisata yang tersebar di seluruh Banyuwangi.

“Jalur Gumitir termasuk salah satu titik rawan. Dikhawatirkan ada truk yang mogok sehingga menganggu lalulintas. Di sana juga termasuk rawan longsor. Nanti kita tempatkan personil di situ. Pasar Genteng juga diantisipasi karena takut macet saat aktivitas pasar sedang sibuk-sibuknya,” ungkap Kapolres.

Inovasi yang lain, di sejumlah titik rawan tersebut akan disiapkan mobil derek. Fungsinya untuk menarik kendaraan yang mengalami masalah di perjalanan sehingga tidak menganggu kelancaran lalulintas. Demi lancarnya tugas, seluruh tim gabungan menjalani apel lengkap dengan sarana yang bakal digunakan.

“Operasi Ramadniya efektif berlaku sejak digelar apel sore ini.  Masa tugasnya selama 16 hari,” tambah AKBP Agus Yulianto.

Di Pelabuhan Ketapang, personil Polairud Polres Banyuwangi, Polda Jatim dan Barharkam Mabes Polri ditambah TNI AL akan menggelar patroli perairan bersama. Petugas keamanan Pelabuhan Ketapang bersama petugas dari unsur kepolisian bahkan diterjunkan guna melakukan pengawalan pelayaran demi mencegah tindakan kriminal yang mungkin terjadi di atas kapal.

“CCTV pemda dan ASDP Ketapang telah terintegrasi dengan milik Polres Banyuwangi. Kita juga melibatkan drone untuk memantau situasi pelayaran yang secara intens dipantau oleh Kementerian Perhubungan maupun Mabes Polri. Kebetulan kemampaun drone kita sejauh 8 kilometer,” pungkasnya. (Eko Prastyo)

Biro Banyuwangi

Comments

comments