Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, November 20, 2019
Halaman Home » Parlementaria » DPRD Kota Bekasi, Sanwani: Lindungi Anak Dari Pergaulan Bebas
  • Follow Us!

DPRD Kota Bekasi, Sanwani: Lindungi Anak Dari Pergaulan Bebas 

BERITA BEKASI – Tingginya kasus kekerasan terhadap anak, baik menyangkut pelecehan seksual atau tindak kekerasan fisik, menjadi catatan bersama bahwa semua pihak memiliki tanggungjawab untuk mengentaskan problem sosial tersebut.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Bekasi mencatat dalam setiap tahun kasus kekerasan pada anak terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015 lalu , angka kekerasan seksual pada anak di Kota Bekasi mencapai 300 kasus. Hal ini tentunya menjadi sinyal negatif apabila dibiarkan kasus demi kasus pada anak terus terjadi.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Sanwani mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan perkembangan anak.

Tanggungjawab itu sambung Sanwani, tidak hanya ada pada pundak tenaga pendidik atau sekolah, melainkan menjadi tanggungjawab orangtua selaku pihak yang memiliki waktu paling banyak bersama anak.

Pemerintah kata Sanwani, bertanggung jawab sebagai pihak yang memiliki wewenang membuat sebuah kebijakan yang bersifat melindungi anak-anak.

“Ini problem sosial yang harus terselesaikan. Caranya ya bersama-sama menjalankan perannya masing-masing,” terangnya kepada Beritaekspres.com, Rabu (7/6/2017).

Bagi para pendidik sambungnya, di sekolah mereka harus memberikan pelajaran yang mengedukasi, baik itu menyangkut pelajaran umum atau pelajaran yang bersifat meningkatkan kepercayaan anak (psykologi) sehingga mereka termindset kepada arah yang positif.

Sementara tanggungjawab orangtua, menurutnya lebih besar bila dibanding pihak lain. Oleh karenanya, para orangtua diharapkan mampu memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya.

“Seperti berprilaku santun dari ucapan dan tindakan, kontrol emosi dengan tujuan agar menyeimbangkan psykologi anak serta memberikan dukungan moril kepada anak agar mau mengenyam pendidikan,” jelasnya.

Masih kata Sanwani, semua pihak memiliki keterkaitan dalam membina anak, orangtua ya harus mampu menjadi contoh terbaik. Mereka harus menjadi sosok kebanggaan bagi anaknya, sehingga rasa percaya diri anak terus meningkat dan mereka terbebas dari arus pergaulan yang menyesatkan.

“Sementara peran pemerintah, ya membuat program serta memberikan fasilitas yang berkaitan dengan perkembangan mental anak. Jika semua berperan, kami yakin angka kekerasan pada anak dapat berkurang,” ungkapnya.

Mengenai adanya program kampung aman dan ramah anak, menurut pria yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan ini, program tersebut bisa menjadi dukungan tambahan dalam menjaga anak dari pergaulan bebas dan kekerasan terhadap anak.

Namun begitu, program tersebut bisa saja maksimal asalkan semua pihak memberikan dukungan, sehingga program yang tersusun dapat berjalan efektif. “Intinya semua harus bersama-sama dan saling mendukung,” pungkasnya. (Adv)

Comments

comments