Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Perluasan Lahan TPA Bantargebang Terkendala Harga
  • Follow Us!

Perluasan Lahan TPA Bantargebang Terkendala Harga 

BERITA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, kesulitan menanggulangi persoalan sampah di wilayah setempat. Sebab, produksi sampah di wilayah itu kini mencapai 1.700 ton, hanya 600 ton dapat dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Produksi sampah terus meningkat, sementara belum ada teknologi untuk mengolah,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, Rabu (31/5/2017).

Menurut Jumhana, kondisi TPA Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi sendiri sudah overload dan sudah tak ada lagi sisa lahan kosong untuk menampung sampah di TPA Sumur Batu.

Oleh karena itu sambung dia, sistem pembuangan dengan cara ditumpuk di lokasi gunungan sampah yang sudah tinggi. Walhasil, gunungan sampah tersebut rawan longsor.

Pengadaan lahan sendiri lanjut Jumhana, perluasan zona masih terkendala pembebasan lahan. Bahkan, informasi yang diperoleh dinasnya, bahwa harga yang dipatok tim penilai independen lebih rendah dibanding harga penawaran. “Tim pengadaan tanah sedang minta pendampingan dari Kejaksaan,” imbuhnya.

Masih kata Jumhana, untuk menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA, pihaknya menargetkan 1000 bank sampah terbentuk di wilayahnya. Bank sampah harus ada di setiap RW, kemudian setiap sekolah dan lingkungan melalui sebuah komunitas. “Mengubah pola ini sulit, padahal sampah mempunyai nilai ekonomis,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Wasimin mengatakan, persoalan sampah tidak bisa dianggap remeh. Sebab, sampah merupakan sumber penyakit utama. “Pengadaan harus segera dirampungkan, agar bisa menampung sampah yang tidak terangkut,” kata Wasimin.

Lembaganya tambah Wasimin, mengapresiasi langkah Pemerintah dengan membentuk bank sampah. Dengan bank sampah, kata dia, mampu mengurangi beban sampah di TPA Sumur Batu. 

“Jika efektif 1000 bank sampah, setidaknya 70 persen produksi sampah tak sampai dibuang ke TPA,” pungkas politikus PDI Perjuangan ini. (NDI)

Comments

comments