Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Juli 18, 2019
Halaman Home » Internasional » Vice President AMSA Jadi Delegasi Muslim For South Asian 2017
  • Follow Us!

Vice President AMSA Jadi Delegasi Muslim For South Asian 2017 

BERITA TAIWAN – Sehubungan dengan perkembangan Islam di Asian, Pemerintah Republik China atau Taiwan berharap dapat menjalin hubungan lebih erat dengan umat Islam khususnya umat Islam di Indonesia yang memiliki jumlah terbesar di dunia.

Salah satunya dengan mengundang para Pemimpin Muda Islam Indonesia untuk berpartisipasi dalam Kegiatan “2017 Muslim Youth Exchange Camp (MYEC) for Southeast Asian Countries” duration 14 -20 May 2017 di Republic of China (Taiwan).

Sebanyak 20 orang dilibatkan dalam program yang baru dilaksanakan pertama ini. Salah satu, Sarief Saefulloh Pemuda beprestasi asal Tasikmalaya Jawa Barat selaku Wakil Ketua Asosiasi Mahasiswa/Pelajar Islam (AMSA).

“Ini mrupakan program yang sangat baik dan bermanfaat untuk peningkatan kualitas para pemimpin muda Islam Indonesia,” terang Sarief Saefullah kepada Beritaekspres.com, Senin (15/5/2017).

Disaat sambung Sarief, banyak klaim Islam radikal, inilah saatnya mengkampayekan wajah Islam Indonesia yang damai dan toleran yang tidak hanya diterapakan di Nusantara, tetapi dapat menjadi panutan untuk negara lainnya khususnya Asian,” tambah Mantan Presma BEM-U UIN Bandung ini.

Putra Daerah Tasikmalaya pun berharap, kerjasama kedua negara dapat ditingkatkan ke arah yang lebih kompetitif, khususnya bidang kepemudaan, Sarief menilai, Indonesia punya banyak pemuda yang berkualitas. “Di Indonesia banyak pemuda berkualitas semoga kerjasama ini bisa ditingkatkan,” tandasnya.

Kerjasama Indonesia dibangun pada 1970 yang ditandai dengan pembukaan TETO di Jakarta.  Diketahui, saat ini ada sekitar 300 ribu warga negara Indonesia yang berada di Taiwan. Kelompok TKI yang bekerja di Taiwan sebanyak 240 ribu orang dan mahasiswa Indonesia menuntut ilmu di negeri bunga lili itu sebanyak 5.000 orang. Sementara, puluhan ribu lainnya adalah WNI yang menikah dengan warga Taiwan.

Penyelenggaraan program ini sesuai sejalan dengan visi dan misi Taiwan dalam peningkatan bilateral dengan negara-negara yang memiliki populasi muslim di Asian, Pemerintah Taiwan sendiri berharap dapat meningkatkan kunjungan tourism muslim di Republic of China (CR-3)

Comments

comments