Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Oktober 21, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Save Children, Komnas PA: Hentikan Paham Radikalisme di Sekolah
  • Follow Us!

Save Children, Komnas PA: Hentikan Paham Radikalisme di Sekolah 

BERITA JAKARTA – Sejak 10 tahun terakhir ini penanaman paham radikalisme dilingkungan sekolah melalui ruang kelas telah berkembang sangat memprihatinkan dan menakutkan dalam proses tumbuh kembang anak baik dalam lingkungan keluarga, sosial dan lingkungan dunia pendidikan. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas-PA), Arist Merdeka Sirait.

Dikatakan Arist, lingkungan sekolah yang sesungguhnya merupakan lingkungan yang mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Namun kini, telah berubah makna, menjadi lingkungan yang penuh dengan kekerasan.

“Lingkungan sekolah, bukanlah tempat menabur dan belajar paham kebencian, tetapi justru anti terhadap kekerasan dan intoleransi,” terangnya kepada Beritaekspres.com, Jumat (12/5/2017).

Arist menilai, beberapa tahun terakhir, Komnas-PA, banyak menemukan fakta bahwa anak sejak usia dini mulai dari Sekolah Dasar, Menengah dan Menengah Atas diberbagai tempat di Indonesia telah terjadi krisis solidaritas dan toleransi antar sesama anak yang sering kali dibungkus dengan identitas agama.

“Diluar kesadaran, kita seringkali mengajarkan anak untuk tidak menyukai dan bahkan tidak peduli terhadap simbol-simbol keberagaman untuk mempersatukan Indonesia. Akibatnya, dirasakan berdampak terhadap tumbuh kembang prilaku intoleransi diantara sesama anak,” ungkapnya.

Dilanjutkan Arist, tidak bisa dipungkiri pula pada kenyataannya, banyak anak-anak kita dilibatkan juga dalam kegiatan-kegiatan politik dan aksi-aksi intoleransi yang dikendalikan oleh kepentingan kelompok tertentu yang pada gilirannya anaklah yang menjadi korban.

Oleh sebab itu lanjutnya, demi kepentingan terbaik dan masa depan anak dan gerakan nasional perlindungan anak di Indonesia, Komnas Anak sebutan lain dari Komnas Perlindungan Anak menyeruhkan dan mengajak semua pihak khususnya, keluarga dan masyarakat untuk tidak melibatkan anak-anak dalam segala bentuk aksi-aksi untuk kepentingan orang  dewasa.

“Termasuk tenaga pengajar seperti guru dan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar segera bersama-sama membantu gerakan menghentikan paham yang sengaja menanamkan radikalisme yang mengandung unsur kekerasan, kebencian dan intoleransi,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga meminta, kepada semua pemangku kepentingan perlindungan anak di Indonesia maupun aparatus Pemerintah dan aparatur penegak hukum untuk memberikan perlindungan Anak dari paham radikalisme,” tambahnya.

Bersamaan tambah Arist, dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2017, Komnas Perlindungan Anak mengajak, semua pihak dan semua pemangku kepentingan (stateholders) perlindungan Anak di Indonesia dan secara khusus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Nusantara untuk bangkit secara Nasional guna melawan paham radikalisme, intoleransi, dan kekerasan yang melibatkan anak-anak dalam bentuk apapun di lingkungan sekolah.

“Ayo..kita selamatkan anak Indonesia sekarang juga #Savethechildren,” pungkas Arist Merdeka Sirait selaku  Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak di Jakarta. (Zde)

Comments

comments