Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Agustus 24, 2019
Halaman Home » Entertainment » Begini Cerita Awak Media Sosok Mantan Wakapolres Banyuwangi
  • Follow Us!

Begini Cerita Awak Media Sosok Mantan Wakapolres Banyuwangi 

BERITA BANYUWANGI – Kepindahan Kompol Muhammad Yusuf Usman membawa banyak kenangan di kalangan rekan media. Salah satunya dikisahkan Ali Nurfatoni, mantan wartawan rubrik olahraga Jawapos Radar Banyuwangi. Dalam pandangannya, perwira berdarah Makassar tersebut telah berperan penting dalam kemajuan sepakbola Polres Banyuwangi.

“Sama seperti AKBP Bastoni Purnama yang getol dengan perkembangan sepak bola, Kompol Yusuf Usman juga begitu. Bedanya, dulu Kapolres Bastoni peduli dengan pengembangan sepak bola umum. Kalau Pak Waka yang sekarang pindah ke Polda Jatim peduli dengan kemajuan sepak bola internal,” terang jurnalis asal Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Selasa (9/5/2017).

Cerita wartawan yang akrab disapa Toni itu tidak lepas dari peran Kompol Yusuf Usman dalam pendirian Bhayangkara Banyuwangi FC (BBFC). Menurut Toni, munculnya BBFC yang melibatkan pelatih profesional Abdul Karim menjadi sarana menjalin komunikasi di kalangan internal Kepolisian. Semua personil tim yang tergabung dalam BBFC merupakan anggota Kepolisian aktif.

“Anggota kesebelasan BBFC rata-rata diisi polisi berusia muda. Sepakbola yang merupakan olahraga favorit masyakarat bisa menjadi alat penangkal pengaruh narkoba, baik di kalangan internal maupun masyarakat umum. Itu kelebihan Kompol Yusuf Usman bisa membaca perekat dalam pembinaan internal,” katanya.

Pamen yang pernah memperkuat tim Mitra Kukar tersebut ternyata beberapa kali menjadi jembatan komunikasi antara institusi Kepolisian Resor Banyuwangi dengan pemburu berita. Dia, kata Saifudin Mahmud, bahkan mengajak makan siang bersama para wartawan di Rumah Makan Bik Ati depan Kantor Pemda Banyuwangi.

“Komunikasi yang sempat tersumbat akhirnya bisa cair. Kita juga diajak diskusi bagaimana merumuskan harmonisasi antara polisi dan pemburu berita yang didalam dunia nyata saling simbiosis mutualisme,” ungkap Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi.

Sukses Konfrensi Cabang PWI Banyuwangi pada 15 April 2017 lalu juga tak lepas dari peran perwira yang kini pindah ke Polda Jatim. Dukungan yang diberikan Kompol Yusuf Usman mewakili intitusi kepolisian sangat dirasakan pengurus PWI Banyuwangi. Sayang, setelah pengurus PWI terbentuk mantan Wakapolres Banyuwangi yang mendampingi tiga Kapolres berbeda tersebut keburu pindah.

“Maunya pengurus PWI terpilih akan menghadap ke beliaunya, namun belum kesampaian. Semoga Pak Wakapolres yang baru bisa meneruskan alur komunikasi yang telah dibangun pendahulunya dengan rekan-rekan jurnalis,” harap Wakil Pemimpin Redaksi Jawapos Radar Banyuwangi. (Eko)

Biro Banyuwangi

Comments

comments