Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Februari 17, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Walikota Bekasi Hadiri Rencana Bangun Tugu Persaudaraan
  • Follow Us!

Walikota Bekasi Hadiri Rencana Bangun Tugu Persaudaraan 

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi membuka musyawarah rencana pembangunan Tugu di Kampung Sawah, Kecamatan Pondok Melati, Sabtu (29/4/2017) di Kantor Kecamatan Pondok Melati didampingi Camat Pondok Melati, Ika Indahyarti.

Dengan mengusung tema “Kampung Sawah, Kampung Pancasila dan Kampung Persaudaraan” yang nantinya akan di deklarasikan rencana pembangunan Tugu Pancasila di dalam Kawasan Kampung Sawah. Jika sudah dibangun, Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo pun akan diundang datang ke Kota Bekasi.

Rencana undangan kepada Presiden Jokowi itu, agar mengetahui bahwa kondisi di Kota Bekasi telah memiliki simbol kerukunannya melalui Pancasila dan sudah mendapatkan pengakuan Komnas Ham dari 3 Kota yang berada di Indonesia yakni Kota Manado, Kota Bandung dan Kota Bekasi meraih penghargaan Kota dengan Kerukunan Umat Beragama, maka dibentuklah Tugu tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Effendi memaparkan, bahwa Kota Bekasi dalam lembaga survey yang telah diterima hasilnya, kini Suku Jawa sudah mencapai 43 persen yang sudah hampir setengah penduduk Kota Bekasi. Ini merupakan, satu bukti bahwa Kota Bekasi sudah tidak lagi menjadi Kaum Minoritas dan Mayoritas, karena beberapa suku, ras, budaya bahkan agama telah berkependudukan di Kota Bekasi.

“Hasil survey tersebut membuktikan bahwa Kota Bekasi sudah menjadi satu, tidak ada lagi minoritas milik asli keturunan Bekasi atau Betawi, warga dari Jawa, Batak dan berbagai suku sudah menjadi satu untuk menjadi harmonis di Kota Bekasi,” terang Rahmat, Sabtu (29/4/2017).

Rahmat pun, kembali menyampaikan program Kartu Sehat berbasis NIK yang dimiliki oleh Kota Bekasi. Fungsinya Kartu tersebut akan berguna di semua rumah sakit milik Pemerintah maupun Swasta yang telah berkomitmen tidak menolak pasien dengan Kartu Sehat berbasis NIK. Kartu tersebut telah di launching pada Januari 2017 dan sedang dalam proses untuk Lurah, RW, RT yang akan mendata para pemilik Kartu Keluarga (KK) di wilayah masing masing.

“Saya pribadi tidak segan – segan menutup pihak Rumah Sakit tersebut, jika menolak Kartu Sehat keluaran Pemerintah Kota Bekasi,” tegas Rahmat.

Ditambahkan Rahmat, bahwa pendirian rumah ibadah baik dari Masjid, Gereja maupun lainnya harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga nantinya tidak lagi ketidakselarasan kedepannya, semua harus memiliki payung hukum.

“Tugu Kampung Sawah, Kampung Pancasila, Kampung Persaudaraan akan menjadi simbol di Kota Bekasi, dan semoga di wilayah wilayah lain di Kota Bekasi bisa menjadikan contoh di Kampung Sawah,” pungkas Rahmat. (Adv/Ndoet)

Comments

comments