Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 22, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Soal Apartemen “ConexXio” Warga Minta Pemkot Bekasi Bersikap
  • Follow Us!

Soal Apartemen “ConexXio” Warga Minta Pemkot Bekasi Bersikap 

BERITA BEKASI – Pimpinan Pondok Pesantren Maslakul Irfan Abuya KH. Zainal Abidin Hamid mengatakan, warga Jema’ah Masjid bersama para Santri Pasantren Maslakul Irfan Jatibening Kota Bekasi, sampai menggelar Istiqosah dan doa bersama untuk yang kelima kalinya sejak tahun 2016 lalu yang menolak keras rencana pembangunan Apartemen “ConexXio Dhika City” di Jalan Suluki Cempaka No.10 RT05/RW02, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Menurut Buya, rencana pembangunan Apartemen ConexXio Dhika City ditengah pemukiman warga jelas akan membawa dampak negative terhadap lingkungan. Terlebih lagi, posisi Apartemen tersebut berdiri berdekatan dengan Masjid dan Pesantren juga rumah warga sekitar, sehingga warga menolak keras sejak awal adanya rencana pembangunan Apartemen tersebut.  

“Sudah banyak warga yang berteriak di Kota Bekasi dampak dari pembangunan Apartemen. Apa Pemerintah mau menambah kesusahan warga lagi di wilayah Jatibening, Pondok Gede ini,” terang Buya ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Sabtu (29/4/2017).

Masih kita ingat sambung Buya, teriakan para warga Kota Bekasi yang terdampak dari keberadaan pembangunan Apartemen seperti banjir, keretakan rumah warga dan sebagainya yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.

“Ngak bisa kita ungkap satu persatu yang jelas hampir semua keberadaan pembangunan Apartemen diwilayah Kota Bekasi berdampak buruk terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Penolakan lanjut Buya, rencana pembangunan Apartemen, bukan hanya di Jatibening, Pondok Gede, warga Komplek Perumahan Pondok Cipta, Bekasi Barat pun terakhir menolak keras rencana pembangunan Apartemen diwilayahnya.

“Terakhir yang lagi rame, warga Perumahan Pulo Permatasari, Taman Cikas, Villa Galaxy dan Pondok Timur Mas juga teriak dampak dari Apartemen Grand Kamala Lagoon,” katanya.

Sebelumnya, kata Buya, dulu warga Rawa Bogel yang berlokasi di RT05/RW03, Kampung Rawa, Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara juga berteriak dan sempat mendatangi kantor Pemerintah Kota Bekasi yang rumahnya pada retak dampak dari pembangunan Apartemen Springlake milik Summarecon.

“Dan masih banyak lagi dampak-dampak yang dialami warga sekitar dan hampir semua pembangunan Apartemen di Kota Bekasi membawa dampak terhadap kehidupan warga sekitar dan ini pelajaran,” ucapnya.

Kita berharap tambah Buya, Pemerintah mengkaji kembali penambahan perizinan Apartemen di Kota Bekasi. Untuk Apartemen ConexXio Dhika City dilingkungannya sudah berani memasang iklan penjualan unit, meski warga tengah menolak keras keberadaannya.

“Katanya Pemerintah belum mengizinkan, tapi kok dibiarkan mereka pasang iklan inikan aneh. Harusnya, Pemerintah juga mengambil sikap jangan nanti sudah dibangun dan terjadi konflik disini baru Pemerintah turun ini yang tidak kita harapkan,” tandasnya. (Zahiruddin)

Comments

comments