Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Juli 17, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Waduh..! Kadisdik Kota Bekasi Ngak Paham Sistem PPDB
  • Follow Us!

Waduh..! Kadisdik Kota Bekasi Ngak Paham Sistem PPDB 

BERITA BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi belum merumuskan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017-2018. Penyebab molornya pembuatan sistem itu, lantaran ketidak pahaman Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi.

“Saya kan ngak paham teknis,” kata Kadisdik, Cucu Syamsudin kepada wartawan, Selasa (18/4/2017) kemarin.

Faktor keterlambatan pembuatan rumusan PPDB itu menurut mantan Asisten Daerah  juga karena dipicu para pejabat dlingkungan Disdik yang telah dirotasi beberapa waktu lalu.

Meski demikian, pihaknya lanjut Cucu akan segera menggelar rapat untuk membuat sistem PPDB. “Sekretarisnya aja ngak ada, Kabidnya pada Diklat dan bawahannya sudah banyak diganti,” ungkap Cucu.

Cucu memprediksi terdapat sedikit perubahan dalam sistem PPDB pada tahun ini. karena, tanggungjawab terhadap SMA dan SMK telah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tentunya lanjut Cucu, Pemerintah Kota Bekasi akan menyesuaikan sistem tersebut dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat yang akan diterbitkan.

“Nanti akan ada pembanding untuk sistem itu. Tinggal kita menunggu peraturan dari Gubernur saja,” ucap mantan Kepala Inspektorat Kota Bekasi ini.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Syaherallayali menyayangkan ketidaksiapan Disdik menjelang penerimaan peserta didik baru tahun ini. Itu terlihat dari masa pelaksanaan yang tidak lama lagi.

“Masa sih sistem PPDB sampai saat ini belum dirumuskan?, seharusnya mereka sudah membuatnya. Karena, nanti sistem itu harus disosialisasikan kepada warga,” katanya pesimis.

Ketua DPC Partai Hanura ini juga menilai Disdik Kota Bekasi tidak tanggap terhadap persoalan yang dialami pihak sekolah. salah satunya dengan keterlambatan honor para guru TKK SMA dan SMK yang sampai sekarang belum diberikan Pemprov Jawa Barat.

Mestinya, Disdik lanjut Ral sapaan akrab Syaherallayali dapat berkomunikasi kepada Disdik Pemprov Jawa Barat untuk mengetahui penyebab keterlambatannya.

“Harusnya Didik Kota Bekasi proaktif terhadap persoalan honor guru TKK SMA dan SMK. Bagaimanapun juga Disdik punya tanggung jawab untuk memberikan informasi kepada seluruh tenaga guru TKK itu,” pungkas Ral. (Indra)

Comments

comments