Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Juli 19, 2019
Halaman Home » Parlementaria » Kunjungan DPRD Kota Bekasi ke PDAM Jogjakarta
  • Follow Us!

Kunjungan DPRD Kota Bekasi ke PDAM Jogjakarta 

BERITA BEKASI – Sebanyak 14 Anggota DPRD Kota Bekasi yang meliputi koordinator, pimpinan dan Anggota Komisi II melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke PDAM Tirtamitra, Jogjakarta, Jawa Tengah pada, Selasa 28 Februari 2017.

Tujuan kunjungan sendiri untuk mempelajari tentang sistem pengelolaan air yang bermutu, tata kelola keuangan secara efisien serta pola peningkatan sumberdaya manusia pegawai PDAM Tirtamitra Jogjakarta.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Komisi II, Thamrin Usman mengatakan, bahwa aset PDAM Tirtamitra secara keseluruhan adalah sebesar Rp15,4 Miliar. Sementara, keuntungan dan laba per tahun 2016 sebesar Rp3,5 Miliar.

Menurut Thamrin, secara teknis pengelolaan air, PDAM Tirtamitra menyerupai dengan yang dilakukan PDAM lain, termasuk Tirta Patriot milik Pemerintah Kota Bekasi. Sebab, acuan pengelolaan air sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492 Tahun 2010.

“Hal menarik dari kunjungan adalah, berbagai jenis usaha di Kota Pendidikan itu, hampir keseluruhan menggunakan PDAM sebagai bahan baku air. Seperti diantaranya hotel-hotel yang ada di Jogjakarta menggunakan air PDAM Tirtamitra,” ungkapnya, Selasa (28/2/2017).

Selain itu sambungnya, dalam melakukan pembayaran, masyarakat sudah bisa melalui berbagai Bank BPD DIY, ATM BRI, ATM umum dan Bank konvensional lainnya serta melalui kantor Pos Indonesia.

Dilanjutkan Thamrin, kalau mengutip dari sejarah berdirinya PDAM Tirtamitra, sebenarnya jauh lebih lama dengan perusahaan air minum milik Pemerintah Kota Bekasi.

“BUMD Kota Jogja tersebut berdiri sejak Tahun 1918 pada masa penjajahan Belanda yang sebelumnya bernama Hoogdrink Water Leadbag Bedrill yang menggunakan air dari Karang Anyam,” katanya.

Memasuki Tahun 1923 hingga 1925, sumber air diperluas hingga Umbul Lanang di Kali Kuning. Beralih pada masa penjajahan Jepang, yakni Tahun 1942 sampai 1945, namanya diubah menjadi Tirto Marta dengan pimpinan KRI Ir. Mertonegoro.

“Kemudian pada Tahu 1952, aset tersebut diserahkan kepada Pemerintahan Kota Praja yang kemudian namanya menjadi Dinas Perusahaan Air Minum Kota Praja Jogjakarta,” pungkasnya. (Adv/CR-2)

Comments

comments