Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, November 13, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Siswi SMK Bunuh Diri, Komnas Anak: Dunia Pendidikan Berduka
  • Follow Us!

Siswi SMK Bunuh Diri, Komnas Anak: Dunia Pendidikan Berduka 

BERITA JAKARTA – Kematian Amelia Nasution Siswi Kelas III SMK Negeri 3 Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan setelah mengikuti Ujian Nasional (UN) 2017 menggambarkan betapa carut marutnya dunia pendidikan di Sumatera Utara bahkan Indonesia yang melanggengkan terjadinya kekerasan negara dilingkungan dunia pendidikan.

Atas Peristiwa ini, Komnas Perlindungan Anak juga mendesak Walikota Padang Sidimpuan untuk segera mengungkap kepastian kematian Amelia dan patut memintai pertanggungjawaban dari pelaksana Ujian Nasional di SMK Negeri 3 Padang Sidimpuan dan segera memberhentikan pelaku dari dinas guru.

“Komnas Perlindungan Anak segera berkordinasi dengan Polresta Padang Sidimpuan untuk melakukan proses penyidikan dan penyelidikan terhadap pelaksana Ujian Nasional di SMK Negeri 3 Padang Sidimpuan,” terang Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait kepada Beritaekspres.com, Rabu (12/4/2017).

Arist juga meminta kepada Walikota Padang Sidimpuan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional di Padang Sidimpuan pada pelaksanaan minggu depan sebelum menelan korban lebih banyak lagi dan meminta kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Padang Sidimpuan dan LPA di Kabupaten Tapanuli bagian Selatan sebagai perwakilan dari Komnas Perlindungan Anak.

“Tugas LPA untuk mengawasi secara intensip pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SD dan SMP diseluruh wilayah hukum Tabagsel dan segera melaporkan kepada Komnas Perlindungan Anak untuk diteruskan kepada Menteri Pendidikan di Jakarta dan Presiden Republik Indonesia,” ucapnya.

Dan untuk kepastian hukum kata Arist, segera mendesak LPA di Tapanuli Bagian Selatan untuk mengawal proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang akan dilakukan Polres Padang Sidimpuan dan aparatus hukum lainnya,” tegas Arist Merdeka Sirait putra Siantar dengan penuh kesal.

Dengan peristiwa ini tambah Arist, Komnas Perlindungan Anak menilai bahwa pelaksanaan Ujian Nasional telah menelan korban jiwa merupakan pembiaran negara terhadap kekerasan negara dalam dunia pendidikan dan hak anak atas pendidikan. “Dan Komnas Anak mengutuk keras terhadap perbuatan para guru yang telah mengintimidasi dan mengakibatkan Amelia meregang nyawa sia-sia,” pungkasnya. (Zde)

Comments

comments