Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, September 19, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Proyek Gedung BLK di Banyuwangi Sisahkan Hutang
  • Follow Us!

Proyek Gedung BLK di Banyuwangi Sisahkan Hutang 

BERITA BANYUWANGI – Proyek pembangunan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenakertrans) yang berlokasi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, ternyata masih menyisahkan banyak hutang pada pekerja.

Tunggakan yang mencapai hampir Rp1 miliar itu, terjadi pada saat proyek pembangunan gedung BLK 2 yang proses pengerjaannya dimenangkan oleh pihak PT. Wahyu Sejahtera Bersama (WSB) yang berkantor di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Pekerjaan gedung BLK yang dimulai tahun 2016 dengan nilai proyek sebesar Rp9,6 miliar itu pun, hingga kini masih belum menyelesaikan sisa pembayaran pekerjaan yang sudah selesai pada Januari 2017 kepada beberapa penyuplai bahan bangunan serta para pekerja lokal yang ada.

Kepada Beritaekspres.com, Zainul Futur, salah satu pihak yang mengerjakan bangunan atap, galfalum dan pintu almunium mengaku, belum menerima haknya sebesar Rp238 Juta. Sedangkan sebagai penyuplai semen dan besi yang belum terbayarkan Rp150 Juta.

Selain itu, Sofyan Arif penyuplai pasir dan tanah uruk juga mengaku belum menerima upahnya sebesar Rp260 juta. “Masih ada dua orang pekerja lagi yang belum disebutkan, karena takut salah,” ungkap Zainul Futur, Rabu (12/4/2017).

Diungkapkan Zainul, pembayaran pekerjaan 4 gedung BLK 2 tersebut sebenarnya sudah disepakati pada Januari 2017. Bahkan janji pelunasan itu dituangkan dalam surat perjanjian dengan saksi polisi Polsek Muncar, Disnakertras Banyuwangi, dan para pekerja.

“Waktu itu, Januari kita sempat video call dengan PT. Wahyu yang disaksikan banyak pihak, termasuk Disnakertrans Banyuwangi. Bahwa pembayaran akan dilakukan setelah listrik proyek menyala. Namun setelah semuanya beres juga tidak dibayar hingga saat ini,” kata Zainul.

Sementara itu, Bisri yang datang ke proyek bangunan BLK dengan membawa bukti surat pernyataan dan bukti rekaman vidio call dengan PT. Wahyu, mengaku ingin segera meminta haknya.

“Seperti ada kong kalikong, antara PT dan Kementerian. Ternyata pencairan dari Kementerian kepada PT. Wahyu Sejahtera Bersama sudah dilakukan sejak bulan Juli 2016 lalu. Anehkan, padahal pembangunan baru selesai pada awal 2017,” terang Bisri.

Kita berharap tambah Bisri, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk membantu komunikasi tengan pihak PT agar hutang yang tersisa itu bisa dulinasi. “Kita butuh ya lunasi dulu lah sebelum pembangunan gedung berlanjut,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Alam Sudrajat, mengatakan, untuk membantu pekerja yang belum dibayar, pihaknya telah mengirim surat kepada Kementerian dan PT. Wahyu Sejahtera Bersama untuk segera menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada kementrian tenaga kerja, dan PT Wahyu Sejahtera Bersama, agar segera menyelesaikan permasahan yang terjadi di banwah,” ucapnya. (Eko)

Biro Banyuwangi

Comments

comments