Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juli 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Muhammadiyah Padangsidimpuan Buka Posko Bantuan Banjir
  • Follow Us!

Muhammadiyah Padangsidimpuan Buka Posko Bantuan Banjir 

BERITA PADANGSIDIMPUAN – Satu minggu pasca banjir bandang yang menimpa Kota Padangsidimpuan, aktivitas kehidupan masyarakat telah berjalan normal kembali. Walau dibeberapa titik kerusakan akibat banjir masih sangat jelas terlihat.

Pantauan Beritaekspres.com, posko-posko bantuan di beberapa pusat titik di Kota Padangsidimpuan pun masih berdiri, begitu juga dengan aktivitas penggalangan dana untuk membantu masyarakat Kota Padangsidimpuan yang terkena musibah.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Padangsidimpuan bersama Aisyiyah dan ortomnya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah sampai hari ini masih terus melakukan konsolidasi dan mobilisasi bantuan untuk korban banjir dengan mendirikan posko penerimaan bantuan banjir di Komplek Masjid Taqwa Muhammadiyah Siborang, Padangsidimpuan.

Kepada Beritaekspres.com, Amil Mahzul Nasution, Ketua PDM Kota Padangsidimpuan mengatakan, harapannya kepada seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan agar bersabar dan mengambil hikmah dengan terjadinya bencana ini.

“Saya harap, kita sebagai warga Kota Padangsidimpuan bersabar dan berprasangka baik kepada Allah SWT dengan kejadian ini. Ini ujian kebersamaan, kita harus bekerjasama untuk saling meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya, Selasa (4/4/2017).

Muhammadiyah Padangsidimpuan lanjutnya, sampai hari ini masih berupaya melakukan konsolidasi dan mobilisasi bantuan. “Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengirimkan Tim MDMC untuk mengkoordinir bantuan dari beberapa daerah sekitaran Kota Padangsidimpuan,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan, Nasir Alpan Hasibuan Ketua PC IMM Tapsel – Padangsidimpuan menambahkan agar Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan aparat penegak hukum segera mengungkap pemicu terjadinya banjir. 

“Banjir ini tidak bisa difahami sebatas bencana alam biasa, tentu ada yang menyebabkannya. Agar ke depan tidak terjadi lagi bencana banjir yang serupa, Pemko dan penegak hukum harus tanggap kepada pemicunya,” pungkas Alpan. (CR-6)

Comments

comments